Siber Raya Pos:

 

Selamat Jalan Guruh Soekarnoputra, Seniman yang Membuat Indonesia Bernyanyi dan Menari

Sabtu, 26 September 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siberrayapos | JAKARTA — Ada seniman yang meninggalkan lagu. Ada pula yang meninggalkan pertunjukan. Guruh Soekarnoputra meninggalkan keduanya bersama jejak panjang kecintaannya terhadap Indonesia.

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Adik Megawati Soekarnoputri itu berpulang dalam usia 73 tahun.

Kabar tersebut disampaikan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Bagi keluarga besar PDI Perjuangan, Guruh bukan sekadar tokoh partai. Ia dikenang sebagai seniman besar, sosok Marhaenis dan pejuang partai.

Tetapi bagi dunia seni, nama Guruh memiliki cerita yang lebih panjang.

Sejak kecil ia telah menari. Musik kemudian menjadi bagian lain dari perjalanan kreatifnya. Guruh mendirikan Swara Mahardhika dan GSP Production, sekaligus melahirkan karya-karya pertunjukan yang membawa semangat kebudayaan Indonesia.

Bersama Guruh Gipsy, ia memperlihatkan bahwa musik dapat menjadi ruang pertemuan antara modernitas dan akar tradisi.

Nama-nama besar seperti Chrisye, Keenan Nasution dan Abadi Soesman pernah berada dalam orbit perjalanan musiknya.

Puluhan tahun berlalu, karya Guruh ternyata belum selesai berbicara.

“Kala Sang Surya Tenggelam” kembali didengar generasi baru setelah menjadi bagian dari serial Gadis Kretek pada 2023. Lagu lama itu kembali menemukan tempat di telinga publik, membuktikan bahwa karya yang kuat dapat melampaui usia penciptanya.

Guruh juga meninggalkan sejumlah album penting, dari Guruh Gipsy pada 1977 hingga karya-karya pertunjukan seperti Cinta Indonesia dan Gilang Indonesia Gemilang.

Di tengah perjalanan seninya, Guruh juga masuk ke dunia politik dan tercatat sebagai anggota DPR RI dari PDI Perjuangan.

Kini, Guruh telah pergi.

Rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Jakarta, menjadi tempat keluarga menerima ucapan belasungkawa.

Keluarga besar Soekarno memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan Guruh serta meminta doa agar almarhum husnul khotimah.

Selamat jalan, Guruh.

Panggung boleh kehilangan sosoknya. Namun lagu, tari dan karya yang pernah ia lahirkan akan terus menemukan penontonnya.

Dan mungkin, di sanalah seorang seniman benar-benar hidup ketika tubuhnya telah tiada, tetapi karyanya masih membuat generasi berikutnya bernyanyi dan menari.

Redaksi

Berita Terkait

Penguatan Pengelolaan Sampah Kota Cilegon, Konsultan ISWMP Forkot Irfan : Fokuskan Pembentukan Lembaga di Hulu
Keren! Posyantek Lebak Denok Sulap Portal Berita Jadi Unit Usaha, dan Rilis Media Khusus Anak
Wujud Kepercayaan dan Kolaborasi: Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan Melalui Koperasi
​Sinergi dan Pemahaman Hukum: Kanwil Kemenkumham Gelar Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Kekayaan Intelektual di Serang
Kawal Aspirasi Warga, Polda Metro Jaya Jaga Kondusivitas Masyarakat
Kawal Aspirasi, Tangkal Disinformasi, Polri Dorong Ruang Demokrasi Aman melalui Dialog Publik
Rano Karno Dorong Anak Jakarta Tumbuh Cerdas, Berprestasi, dan Berkarakter
Andre Taulany dan Amanda Rigby Resmi Menikah, Gelar Akad dengan Nuansa Adat Jawa
Berita ini 4 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar akan tayang setelah disetujui oleh admin.