Siber Raya Pos:

 

Bapak Paling Jujur: Sebuah Kisah tentang Kejujuran yang Tak Terbantahkan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siberrayapos | JAKARTA, Kejujuran semestinya menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan. Namun, bagaimana jika seseorang tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk berbohong, bahkan tak lagi memiliki “filter” untuk menyaring apa yang ada di kepalanya?

Pertanyaan itu menjadi premis utama film drama komedi Bapak Paling Jujur, produksi Cahaya Pictures bersama Studio Antelope. Film arahan sutradara Fajar Nugros dengan skenario Rino Sarjono tersebut dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

Film berdurasi 103 menit ini mengikuti kisah Jonas Prakoso, diperankan Andovi da Lopez, seorang calon gubernur yang terbiasa membangun citra dan berhati-hati dalam memilih setiap perkataan.

Kehidupan Jonas berubah setelah sebuah kutukan dari neneknya membuat ia kehilangan kemampuan untuk berbohong.

Masalahnya, Jonas bukan hanya tak bisa berbohong. Ia juga kehilangan filter.

Apa pun yang terlintas di kepalanya dapat keluar begitu saja. Hal-hal yang semestinya dipikirkan ulang, disimpan, atau disampaikan dengan cara yang lebih tepat justru terlontar tanpa kendali.

Kejujuran yang semula terlihat sebagai kekuatan kemudian menjadi sumber kekacauan. Kampanye, pekerjaan, hubungan keluarga hingga kehidupan pribadi Jonas ikut terdampak.

“Kalau kita membangun kehidupan dan kesuksesan kita di atas fondasi kebohongan, apa yang terjadi ketika suatu hari kita tidak bisa berbohong lagi?” ujar Produser Bapak Paling Jujur dari Cahaya Pictures, Aoura Lovenson Chandra.

Menurut Aoura, film tersebut ingin membicarakan pentingnya kejujuran, terutama bagi seorang pemimpin dan wakil rakyat, dengan pendekatan ringan dan menghibur.

“Kejujuran memang mahal dan tidak selalu mudah. Tetapi bagi seorang pemimpin dan wakil rakyat, kejujuran seharusnya bukan sebuah pilihan, melainkan komitmen dan tanggung jawab,” katanya.

Sementara itu, Fajar Nugros melihat persoalan kejujuran dalam film tersebut tidak hanya berkaitan dengan berkata benar, tetapi juga bagaimana seseorang membangun kepercayaan.

“Sebuah prestasi yang dibangun di atas kebohongan, seperti membangun istana pasir,” ujar Fajar.

Perjalanan Jonas pun menjadi gambaran tentang rapuhnya sesuatu yang dibangun tanpa fondasi kuat. Ketika “filter” yang selama ini digunakan hilang, ia dipaksa menghadapi konsekuensi dari setiap perkataan dan keputusan.

Bukan Sekadar Film Politik

Meski mengambil dunia kampanye dan politik sebagai latar, Bapak Paling Jujur tidak semata-mata menjadi film tentang politik.

Cerita justru membawa penonton pada persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: bagaimana manusia memilih kata, menyimpan sesuatu, mempertimbangkan perasaan orang lain, sekaligus menentukan kapan harus berkata jujur.

Premis film ini sebelumnya pernah hadir dalam film Brasil O Candidato Honesto (2014) dan film Korea Selatan Honest Candidate (2020). Versi Indonesia membawa premis tersebut ke dalam karakter, situasi, serta humor yang disesuaikan dengan konteks penonton Indonesia.

Melalui berbagai situasi absurd yang dialami Jonas, film ini mengajak penonton tertawa sekaligus mempertanyakan kembali makna kejujuran.

Sebab, berkata jujur ternyata tidak selalu sederhana. Bahkan, kejujuran yang disampaikan tanpa tanggung jawab pun dapat melahirkan konsekuensi yang tak terduga.

Selain Andovi da Lopez, film ini turut dibintangi Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, David Nurbianto, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki M. Firman, Jeremy Teti, Elwina (CeritaIbun), Mieke Shahir, dan sejumlah pemain lainnya.

Bapak Paling Jujur berdurasi 103 menit dan akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026. Tiket penayangan juga telah tersedia melalui berbagai aplikasi dan platform pemesanan tiket bioskop.

Red/Phyd

Berita Terkait

Dari Luka Menuju Kekuatan, Beautiful Pain Ungkap Final Poster Terbaru
Rano Karno Belajar dari Busan, Dorong Jakarta Jadi Kota Film
Empat Aktor Hadapi Teror Paranoia di Film Hasut, Misteri Mengintai di Tengah Hutan
Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026, Kisah Kucing Terlantar Curi Perhatian
Desember Jani Wakili Indonesia di Asian Future Tokyo International Film Festival 2026
Setelah 20 Tahun Dipenjara, Pertiwi Kembali dengan Luka dan Misteri Bromo
Poster Sempat Bikin Drama, GJLS: Berapi-Api Malah Bikin Damkar Turun Tangan
Musik Diputar, Hak Pencipta Jangan Diabaikan: DJKI Dorong Pelaku Usaha Taat Royalti
Berita ini 2 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar akan tayang setelah disetujui oleh admin.