Siber Raya Pos:

 

Pramono Anung Dorong Penguatan Jakarta sebagai Pusat Industri Kopi Nasional

Sabtu, 5 September 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siberrayapos.co.id | JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong Ibu Kota menjadi simpul utama ekosistem industri kopi nasional sekaligus ruang bertemunya pelaku usaha kopi Indonesia dengan pasar global.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, potensi tersebut didukung kekayaan varietas kopi Nusantara yang tersebar dari Sabang hingga Merauke serta perkembangan industri hilir dan budaya konsumsi kopi di Jakarta.

Hal itu disampaikan Pramono saat membuka Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara serius dan sungguh-sungguh ingin mendorong bahwa Jakarta bisa menjadi simpul utama bagi ekosistem perkopian Indonesia,” ujar Pramono.

Menurut dia, keberagaman kopi Indonesia merupakan modal besar yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional.

“Kita memiliki keanekaragaman varietas kopi yang luar biasa dari Sabang sampai Merauke, dan jika dikemas melalui kolaborasi terencana, tentu dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah akan sangat besar,” katanya.

Industri kopi Jakarta terus berkembang

Pramono menuturkan, perkembangan industri hilir kopi di Jakarta turut ditopang pertumbuhan kedai kopi, kafe, restoran, serta perubahan pola konsumsi masyarakat.

Aktivitas usaha di sektor tersebut kini melibatkan hampir 193.000 pelaku usaha.

Menurut Pramono, generasi muda turut mendorong terbentuknya budaya konsumsi kopi baru melalui kebiasaan membeli kopi untuk dibawa pulang di tengah aktivitas mereka.

“Saat ini penikmat kopi, terutama generasi muda, telah membentuk budaya baru dengan konsep beli lekas bawa pulang di sela-sela aktivitas ruang publik maupun komunitas,” ucapnya.

Ia menambahkan, kondisi perekonomian Jakarta juga menjadi salah satu fondasi bagi pertumbuhan industri tersebut.

Jakarta, kata Pramono, berkontribusi 16,32 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dengan tingkat inflasi sekitar 2,5 persen.

“Kita memiliki fondasi yang sangat kokoh untuk terus mengembangkan ekosistem usaha kopi,” katanya.

Kekayaan kopi Nusantara jadi modal bersaing

Pramono menilai keberagaman karakter kopi dari berbagai daerah di Indonesia menjadi keunggulan yang perlu terus diperkenalkan ke pasar internasional.

Sejumlah kopi yang disebut antara lain Gayo, Luwak, Toraja, Flores Bajawa, Kintamani, dan Mandailing.

Ia bahkan membandingkan kekayaan kopi Indonesia dengan Tanzania yang menurutnya memiliki pilihan varietas yang lebih terbatas.

“Saya sempat mencicipi kopi dari Tanzania saat menerima delegasi mereka, di mana mereka hanya mengandalkan satu varietas,” ujar Pramono.

Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan Indonesia yang memiliki keragaman rasa dan karakter kopi dari berbagai daerah.

Pramono menilai penyelenggaraan ICX Jakarta 2026 menjadi salah satu bukti optimisme terhadap daya saing industri kopi nasional.

Pameran tersebut menghadirkan lebih dari 120 stan yang menampilkan berbagai produk dan potensi industri kopi Indonesia.

Dorong World of Coffee kembali ke Jakarta

Pemprov DKI Jakarta juga membuka peluang untuk mendukung penyelenggaraan agenda industri kopi berskala internasional di Jakarta.

Pramono secara khusus mendorong Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) membawa kembali ajang World of Coffee ke Jakarta sebelum 2030.

“Jika SCAI dapat kembali menggelar ajang akbar World of Coffee di Jakarta sebelum tahun 2030, khususnya pada Mei 2029, Pemprov DKI siap memberikan dukungan penuh, termasuk asistensi kebijakan dan kemudahan lainnya,” tegasnya.

Pramono berharap Jakarta dapat menjadi ruang pertemuan bagi pelaku industri, sekaligus tempat lahirnya berbagai gagasan dan inovasi yang dapat memperkuat industri kopi nasional.

“Jakarta harus terus menjadi wadah pertemuan ide, kreativitas, dan inovasi lintas sektor agar potensi industri kopi nasional dapat dikembangkan secara megah dan berdaya saing luas,” katanya.

ICX jadi ruang temu industri kopi

Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 menjadi ruang temu bisnis sekaligus etalase perkembangan industri kopi nasional.

Setelah sebelumnya digelar di Surabaya dan Medan, ICX Jakarta menghadirkan sedikitnya 75 jenama terkurasi, kompetisi barista tingkat regional, serta berbagai sesi diskusi bersama pelaku industri.

Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan, pertumbuhan industri kopi nasional tidak hanya terlihat dari sisi konsumsi, tetapi juga dari semakin beragamnya pelaku dalam ekosistem tersebut.

“Industri kopi nasional menunjukkan optimisme yang sangat kuat, tidak hanya tumbuh dari sisi konsumsi, tetapi juga dari semakin beragamnya pelaku usaha, barista, pemanggang biji kopi, dan komunitas,” ujar Daswar.

Ia berharap ICX Jakarta 2026 dapat mempertemukan lebih banyak pemangku kepentingan dan membuka peluang kemitraan bisnis.

Sementara itu, Ketua Umum SCAI Daryanto Witarsa mengatakan ICX diarahkan menjadi platform yang mempertemukan seluruh mata rantai industri kopi, mulai dari hulu hingga hilir.

“Melalui ICX, kami ingin melanjutkan momentum besar tersebut dan membangun sebuah platform milik Indonesia yang mempertemukan seluruh ekosistem kopi, mulai dari petani, barista, pengolah, pengusaha, hingga pembeli internasional di Jakarta,” kata Daryanto.

Dengan dukungan Pemprov DKI Jakarta, SCAI juga berkomitmen memperluas jejaring kemitraan global dan membawa kembali World of Coffee ke Jakarta sebelum 2030.(Phyd)

Redaksi

Berita Terkait

Polisi Tahan 4 Tersangka Kecelakaan KM Virgo Transport 8, Nakhoda hingga Pihak Perusahaan
Suasana Haru Menyelimuti Mapolda Banten, Irjen Hengky Pamit
Karya Murni AI Tak Mendapat Perlindungan Hak Cipta, Pemerintah Siapkan Regulasi
Blok M Menuju Model TOD Jakarta, Ruang Publik Diperluas Lima Kali Lipat
Tawur Agung Manca Wali Krama Ditutup, Menpar Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Kelestarian Alam
BKPSDM Kota Serang Bungkam soal Pemanggilan Kadinkes Ahmad Hasanuddin ke Polda Banten
Program Sekolah Lansia Citra Sundari Cilegon, Ridwan: Sehat, Aktif, Mandiri, dan Bahagia
Sat Samapta Polres Cilegon Gelar Simulasi Penanganan Aksi Huru Hara di Pt Pln Persero ULTG Gitet
Berita ini 2 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar akan tayang setelah disetujui oleh admin.