Siber Raya Pos:

 

Indonesia Comic Con Rayakan Satu Dekade, Ekraf Pacu IP Lokal Naik Kelas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siberrayapos | JAKARTA – Indonesia Comic Con (ICC) memasuki satu dekade penyelenggaraan. Ajang budaya pop yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta, 3–4 Oktober 2026, itu dinilai memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar secara resmi membuka ICC 2026, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Irene, ruang kreatif seperti ICC dapat menjadi jembatan bagi talenta lokal untuk memperluas akses terhadap pasar, sekaligus membuka peluang ekonomi dari karya dan passion yang mereka miliki.

“Melalui ajang seperti ini, kami berharap para talenta lokal, mulai dari komikus, ilustrator, kreator konten, hingga cosplayer, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Kementerian Ekraf hadir untuk mewadahi setiap passion yang memiliki nilai ekonomi dan kita bisa melihat perputaran ekonomi lewat acara-acara seperti ini,” kata Irene.

Memasuki edisi ke-10 sejak pertama kali digelar pada 2015, ICC 2026 menghadirkan berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari komik, toys, film, gim, musik, cosplay, hingga seni ilustrasi.

Rangkaian kegiatan dikemas melalui pameran, talk show, artist showcase, hingga kompetisi cosplay. Salah satunya Raya Championship of Cosplay yang diawali dengan parade 20 cosplayer serta fasilitas 100 Free Cosplay Entries.

Irene mengatakan, budaya pop tidak lagi sebatas ruang ekspresi, tetapi juga memiliki potensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru.

“Acara ini bukan hanya sekadar wadah ekspresi passion anak muda, tetapi juga menjadi new engine of growth yang menggerakkan roda perekonomian lewat berbagai potensi kreatif yang ditampilkan,” ujarnya.

Karena itu, Irene mendorong agar talenta dan karya kreatif Indonesia tidak berhenti di pasar domestik. Para kreator, termasuk cosplayer, dinilai memiliki peluang untuk membawa karya dan identitas kreatif Indonesia ke panggung internasional.

“Sudah saatnya Indonesia tak hanya berada di panggung nasional, tetapi juga didorong ke panggung internasional,” kata Irene.

Dorong IP Lokal

Penyelenggaraan ICC 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komersialisasi intellectual property (IP) lokal. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas diharapkan dapat memperluas peluang pengembangan karya kreatif Indonesia.

Salah satu IP lokal yang diperkenalkan adalah karakter superhero “Kapten Sultan”, yang terbuka untuk peluang kemitraan lisensi dan kolaborasi lintas industri.

Dalam upaya memperluas jejaring global, ICC 2026 juga menggandeng Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO) untuk memfasilitasi pertukaran kreator antarnegara.

Kolaborasi tersebut diharapkan mempertemukan kreator Indonesia dengan ekosistem industri kreatif internasional sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan IP lokal.

Director of Panorama Media Andita Puteri Tirtawisata mengatakan, keterlibatan kreator lokal dalam ICC menunjukkan semakin berkembangnya ekosistem budaya pop di Indonesia.

“Kehadiran ICC hari ini berkat dukungan luar biasa dari kalian semua. Tahun ini, kami bangga bisa berkolaborasi dengan Kementerian Ekraf, Disparekraf, serta pelaku industri kreatif lokal dan internasional,” ujar Andita.

Menurut dia, luasnya kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa budaya pop dan industri kreatif Indonesia terus berkembang.

Menuju Panggung Dunia

Komitmen ICC dalam mendorong talenta lokal menuju panggung global juga diwujudkan melalui Indonesia Cosplay Grand Prix.

Kompetisi tersebut telah melalui rangkaian kualifikasi di lima daerah, yakni Yogyakarta, Bali, Palembang, Bandar Lampung, dan Malang.

Pemenang kompetisi nasional selanjutnya akan mewakili Indonesia dalam World Cosplay Summit di Nagoya, Jepang.

Melalui berbagai agenda tersebut, ICC 2026 tidak hanya menjadi perayaan satu dekade budaya pop, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara kreator, komunitas, industri, dan pasar.

Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus membuka jalan bagi IP dan talenta Indonesia untuk berkembang di tingkat global.

Redaksi

Berita Terkait

Polisi Tahan 4 Tersangka Kecelakaan KM Virgo Transport 8, Nakhoda hingga Pihak Perusahaan
Suasana Haru Menyelimuti Mapolda Banten, Irjen Hengky Pamit
Karya Murni AI Tak Mendapat Perlindungan Hak Cipta, Pemerintah Siapkan Regulasi
Blok M Menuju Model TOD Jakarta, Ruang Publik Diperluas Lima Kali Lipat
Tawur Agung Manca Wali Krama Ditutup, Menpar Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Kelestarian Alam
BKPSDM Kota Serang Bungkam soal Pemanggilan Kadinkes Ahmad Hasanuddin ke Polda Banten
Program Sekolah Lansia Citra Sundari Cilegon, Ridwan: Sehat, Aktif, Mandiri, dan Bahagia
Sat Samapta Polres Cilegon Gelar Simulasi Penanganan Aksi Huru Hara di Pt Pln Persero ULTG Gitet
Berita ini 3 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar akan tayang setelah disetujui oleh admin.