Siber Raya Pos:

 

Refleksikan Kebijakan Lewat ‘Si Doel’, Rano Karno: Kalau Jalan Buntu, Cari Gang

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Jakarta, Siber Raya Pos — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk menjaga ruang publik sebagai wadah warga berkumpul, berdialog, dan menyampaikan gagasan secara bebas. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dalam kuliah umum bertajuk “Jalan Buntu Reformasi” di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7).


​Di hadapan akademisi, sejarawan, aktivis, dan ratusan mahasiswa, Rano menekankan bahwa ruang publik merupakan elemen krusial dalam kehidupan demokrasi. Jakarta yang tengah diarahkan menjadi kota global, menurutnya, wajib memiliki ruang inklusif demi memupuk budaya berdiskusi.


​”Komitmen kami jelas. Jakarta harus tetap menjadi kota tempat masyarakat bebas berkumpul, berpendapat, dan berdiskusi tanpa rasa takut. Taman Ismail Marzuki, kampus, serta ruang publik lainnya harus selalu terbuka bagi forum ilmiah dan kritis,” ujar Rano.


​Ia menilai TIM memiliki posisi strategis sebagai pusat kebudayaan. Tempat ini tak hanya berfungsi sebagai ruang berkesenian, melainkan juga penjaga ingatan kolektif bangsa serta penguat tradisi dialog di tengah masyarakat.


​Belajar dari Kisah ‘Si Doel’
​Dalam kesempatan tersebut, Rano turut merefleksikan perubahan sosial Jakarta melalui kisah ikonik “Si Doel”. Ia menyebut cerita tersebut adalah potret nyata perjuangan masyarakat urban dalam menghadapi modernisasi, penataan kota, hingga kebutuhan hunian.


​Oleh sebab itu, ia mendesak agar pembangunan Jakarta ke depan harus lebih berpihak pada kebutuhan dasar warga. Mulai dari sektor pendidikan, lapangan pekerjaan, hingga akses tempat tinggal yang layak.
​”Semangat kepedulian sosial harus hadir secara nyata dalam bentuk kebijakan, bukan sekadar pidato formal. Ukuran keberhasilan pembangunan adalah sejauh mana kebijakan mampu mempermudah dan memanusiakan kehidupan warga,” tegas Rano.


​Filosofi Betawi Menembus Kebuntuan
​Merespons paparan Guru Besar Studi Asia University of Melbourne, Profesor Vedi R. Hadiz, mengenai tantangan reformasi saat ini, Rano mengajak publik untuk tetap optimistis dalam menghadapi dinamika pembangunan.
​Ia kemudian mengutip filosofi masyarakat Betawi sebagai simbol resiliensi dan semangat mencari solusi di tengah kebuntuan.


​”Orang Betawi punya ungkapan, ‘Kalau jalan buntu jangan berhenti, cari gang, cari lorong’. Jakarta adalah kota seribu gang. Dari ruang-ruang kecil tempat warga berdiskusi dan berinteraksi inilah acap kali lahir solusi yang mampu memajukan kota,” tuturnya.


​Agenda kuliah umum ini juga dihadiri oleh Anggota DPR RI sekaligus sejarawan Bonnie Triyana, perwakilan berbagai organisasi, serta mahasiswa dari sejumlah daerah. Diskusi berjalan dinamis membedah isu demokrasi, pembangunan, hingga masa depan reformasi di Indonesia.


​Usai acara, Rano menyempatkan diri meninjau Pameran Seni Kolaboratif “EVANESCENCE” di Galeri Cipta 1, TIM. Kunjungan ini diklaim sebagai bentuk dukungan nyata Pemprov DKI terhadap perkembangan seni rupa kontemporer, sekaligus mempertegas posisi TIM sebagai ruang ekspresi yang terbuka bagi publik.
​(sfr/fby)

Berita Terkait

Penguatan Pengelolaan Sampah Kota Cilegon, Konsultan ISWMP Forkot Irfan : Fokuskan Pembentukan Lembaga di Hulu
Keren! Posyantek Lebak Denok Sulap Portal Berita Jadi Unit Usaha, dan Rilis Media Khusus Anak
Wujud Kepercayaan dan Kolaborasi: Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan Melalui Koperasi
​Sinergi dan Pemahaman Hukum: Kanwil Kemenkumham Gelar Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Kekayaan Intelektual di Serang
Kawal Aspirasi Warga, Polda Metro Jaya Jaga Kondusivitas Masyarakat
Kawal Aspirasi, Tangkal Disinformasi, Polri Dorong Ruang Demokrasi Aman melalui Dialog Publik
Selamat Jalan Guruh Soekarnoputra, Seniman yang Membuat Indonesia Bernyanyi dan Menari
Rano Karno Dorong Anak Jakarta Tumbuh Cerdas, Berprestasi, dan Berkarakter
Berita ini 5 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar akan tayang setelah disetujui oleh admin.