CILEGON, Siber Raya Pos – Tak ingin anak-anak muda dan generasi Gen-Z di wilayahnya larut dan terlena oleh kemajuan teknologi tanpa arah, Seklur (Sekretaris Kelurahan) Lebak Denok, H. Yuliadin, S.Ag, menggebrak lewat inovasi pelayanan publik berbasis keagamaan.
Lewat wadah Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Unit Kelurahan Lebak Denok, pria yang juga menjabat ex-officio Ketua LPTQ setempat meluncurkan program unggulan bertajuk Al-Qur’an Training Center (ATC).
Inovasi ini diresmikan secara megah sejak 12 September 2024 di Masjid Jami At-Taqwa Link. Kepudenok Masjid, dengan dihadiri langsung oleh Wali Kota Cilegon, Kabag Kesra, Camat Citangkil, MUI, hingga para Ketua RT/RW dan Pengurus DKM se-Kelurahan Lebak Denok.
Dongkrak Prestasi, Incar ‘Kampung Qari’
Langkah berani ini diambil bukan tanpa alasan. H. Yuliadin mengungkapkan, latar belakang lahirnya ATC berawal dari keprihatinannya atas capaian prestasi ajang STQ-MTQ Kelurahan Lebak Denok di tingkat Kecamatan Citangkil yang pada tahun 2023 hanya nangkring di peringkat ke-4.
”Gen-Z ini tumbuh pesat di era teknologi, tapi kalau SDM-nya tidak kita arahkan dan berdayakan, sangat disayangkan. Kita ingin membentuk Kelurahan Lebak Denok sebagai ‘Gudang Qari & Qari’ah’ bertaraf semi-pesantren,” tegas H. Yuliadin.
Geber Pembinaan Tiap Akhir Pekan
Program yang mulai aktif sejak 5 Oktober 2024 dan terus berlanjut hingga tahun 2026 ini diikuti oleh 40 santri pilihan. Mereka terdiri dari anak-anak hingga remaja usia 7 sampai 18 tahun.
Tak tanggung-tanggung, proses digemblengnya para santri ditangani langsung oleh trio pembina ulung: Ustadz Amar Ma’ruf, Ustadz Sulani, S.Pd.I, dan Ustadz Ashari, di bawah koordinasi H. Yuliadin.
Uniknya, pembinaan tatap muka ini digelar setiap hari Sabtu dan Minggu ba’da Ashar (pukul 15.30–17.00 WIB) dengan sistem ‘satu masjid ke masjid lain’. Masjid yang menjadi pusat penggemblengan antara lain Masjid At-Taqwa, Masjid Hidayatul Anwar, Masjid Al-Ittihad, Masjid Nurul Huda, dan Masjid Nurul Yaqin.
Kuasai 7 Irama Lagu ‘Qira’atussab’ah’
Untuk mencetak qari dan qari’ah jempolan, para santri disaring ketat melalui uji kelayakan tajwid, fashohah, hingga makhrojul huruf. Mereka dilatih secara intensif menguasai 7 seni irama lagu Al-Qur’an (Qira’atussab’ah):
Bayati (Lembut, tenang, meliuk-liuk)
Shaba (Sedih, khusyuk, menyentuh hati)
Hijaz (Cepat, lincah, variasi tajam)
Nahawand (Lembut, romantis)
Rast (Agung, tegas, berwibawa)
Sikah (Lembut, lambat, khidmat)
Jiharkah (Ceria, merdu, khas minor)
Program mulia yang mengantongi SK Penetapan Pengurus Nomor: 450/10/2025/Sekret ini juga mendapat sokongan penuh dari sinergi kemitraan dunia usaha serta para dermawan/agniya fisabilillah dan tokoh DKM setempat.
Hasilnya tak sia-sia, para santri ATC telah membuktikan kualitasnya dengan tampil mengesankan di panggung-panggung bergengsi, termasuk di Gedung Pendopo Gubernur Banten dalam rangkaian ajang HKG PKK.
”Tujuan akhir kita bukan sekadar juara MTQ, tetapi membentuk kaderisasi generasi muda Gen-Z yang berakhlakul karimah dan cinta Al-Qur’an,” pungkas H. Yuliadin. ***










