Siber Raya Pos:

 

Imam Tantowi Tutup Usia, Tinggalkan Warisan Berharga bagi Perfilman Indonesia

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siberrayapos | Jakarta — Kabar duka datang dari dunia perfilman Indonesia. Sutradara sekaligus penulis skenario H. Imam Tantowi meninggal dunia. Kabar berpulangnya sineas senior tersebut beredar di kalangan artis dan pekerja film melalui sejumlah grup WhatsApp.

Hingga berita ini dibuat, jenazah Imam Tantowi masih disemayamkan di rumah duka di Jalan Mawaddah X Blok J-8 Nomor 13, Perumahan Islamic, Karawaci, Tangerang.

Informasi mengenai lokasi dan waktu pemakaman belum diumumkan. Pihak keluarga masih mempersiapkan prosesi pemakaman.

“Kami akan kabarkan lagi untuk pemakaman di mana dan kapan waktunya,” kata Pinandita, dikutip dari informasi yang beredar.

Imam Tantowi lahir di Slawi, Tegal, pada 13 Agustus 1946. Sepanjang perjalanan kariernya, ia dikenal sebagai salah satu sutradara yang banyak menggarap film berlatar sejarah, laga, dan kolosal.

Beberapa film yang pernah disutradarainya antara lain Soerabaia 45 (1989), Saur Sepuh IV (1991), dan Fatahillah (1997). Kiprahnya tidak hanya berlangsung di layar lebar, tetapi juga berlanjut ke dunia sinetron.

Perjalanan Imam Tantowi di dunia seni sebenarnya telah dimulai jauh sebelum menjadi sutradara. Pada 1966-1969, ia aktif dalam lakon sandiwara sebagai pemeran sekaligus sutradara.

Ia kemudian sempat bekerja sebagai pembuat poster film sebelum pindah ke Jakarta. Kariernya di industri perfilman berkembang ketika mendapat kesempatan terlibat dalam film Biarkan Musim Berganti (1971) sebagai dekorator.

Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi penata artistik film Si Rano. Pengalamannya terus bertambah hingga ia menjadi asisten sutradara dalam Tukang Kawin (1977), sebelum mulai menulis skenario untuk Dang Ding Dong (1978).

Imam Tantowi kemudian memulai debutnya sebagai sutradara pada 1982.

Kemampuannya sebagai penulis skenario juga mendapat pengakuan. Ia beberapa kali masuk nominasi Festival Film Indonesia, di antaranya melalui Lebak Membara dan Carok.

Piala Citra kemudian berhasil diraihnya sebagai penulis cerita asli terbaik lewat film Si Badung pada FFI 1989. Film tersebut juga memperoleh penghargaan dalam kategori film musikal dan film anak-anak.

Prestasi Imam Tantowi semakin lengkap ketika ia meraih Piala Citra sebagai sutradara terbaik lewat Soerabaia 45 pada FFI 1991. Film tersebut juga membawanya masuk nominasi untuk kategori penulis skenario dan penyunting terbaik.

Ketika industri film nasional menghadapi masa sulit akibat dominasi film impor dan melemahnya produksi film dalam negeri, Imam Tantowi beralih memperluas kiprahnya ke televisi.

Ia aktif menulis cerita dan skenario sinetron. Di ajang Festival Sinetron Indonesia, namanya kembali muncul sebagai nominasi sekaligus peraih penghargaan.

Pada 1994, Imam Tantowi meraih Piala Vidia sebagai penulis cerita asli terbaik melalui Madu Racun dan Anak Singkong. Setahun kemudian, ia kembali mendapat penghargaan untuk Jejak Sang Guru.

Pada 1996, ia meraih penghargaan sebagai penulis skenario komedi terbaik melalui Suami-suami Takut Istri. Karya tersebut juga membawanya meraih penghargaan sebagai penulis cerita asli komedi terbaik.

Kreativitas Imam Tantowi terus berlanjut melalui berbagai karya televisi, termasuk Bang Jagur dan Maha Kasih. Salah satu karyanya yang paling dikenang adalah kisah Tukang Bubur Naik Haji.

Cerita tersebut kemudian dikembangkan menjadi sinetron Tukang Bubur Naik Haji the Series pada 2012. Serial itu bertahan hingga ratusan episode dan menjadi salah satu tayangan televisi yang populer pada masanya.

Atas perjalanan panjang dan kontribusinya terhadap perfilman Indonesia, Imam Tantowi menerima penghargaan Lifetime Achievement Festival Film Indonesia (FFI) 2024.

Kepergiannya meninggalkan jejak panjang dalam perfilman Indonesia, terutama melalui karya-karya laga, kolosal, dan cerita televisi yang menjadi bagian dari perjalanan industri hiburan Tanah Air.(Bdyd)

Redaksi

Berita Terkait

Penguatan Pengelolaan Sampah Kota Cilegon, Konsultan ISWMP Forkot Irfan : Fokuskan Pembentukan Lembaga di Hulu
Keren! Posyantek Lebak Denok Sulap Portal Berita Jadi Unit Usaha, dan Rilis Media Khusus Anak
Wujud Kepercayaan dan Kolaborasi: Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan Melalui Koperasi
​Sinergi dan Pemahaman Hukum: Kanwil Kemenkumham Gelar Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Kekayaan Intelektual di Serang
Kawal Aspirasi Warga, Polda Metro Jaya Jaga Kondusivitas Masyarakat
Kawal Aspirasi, Tangkal Disinformasi, Polri Dorong Ruang Demokrasi Aman melalui Dialog Publik
Selamat Jalan Guruh Soekarnoputra, Seniman yang Membuat Indonesia Bernyanyi dan Menari
Rano Karno Dorong Anak Jakarta Tumbuh Cerdas, Berprestasi, dan Berkarakter
Berita ini 3 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar akan tayang setelah disetujui oleh admin.