Siber Raya Pos:

 

Dangdut Jadi Inspirasi Jakarta Dessert Week 2026, Kementerian Ekraf Beri Dukungan Penuh

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siberrayapos | Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) melihat Jakarta Dessert Week (JDW) 2026 sebagai ajang yang tidak hanya mempromosikan kuliner, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan gastronomi Indonesia di tingkat internasional.

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dengan jajaran penyelenggara Jakarta Dessert Week di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (6/8).

Menurut Teuku Riefky, perkembangan JDW yang kini memasuki penyelenggaraan kedelapan menunjukkan besarnya potensi subsektor kuliner untuk berkolaborasi dengan musik, desain, seni, hingga berbagai sektor kreatif lainnya. Festival yang setiap tahun mengusung tema berbeda dinilai mampu melahirkan inovasi sekaligus memperluas ruang kolaborasi bagi para pelaku industri kreatif.

“Ini ide yang luar biasa karena mampu mengintegrasikan chef, pelaku industri, masyarakat, hingga pemerintah dalam satu ekosistem. Kami siap memfasilitasi koordinasi dengan kementerian, lembaga, maupun pihak terkait agar penyelenggaraan Jakarta Dessert Week memberi dampak yang semakin besar bagi ekonomi kreatif,” ujar Teuku Riefky.

Penyelenggara menjelaskan, Jakarta Dessert Week yang pertama kali digelar pada 2019 kini telah berkembang ke Medan dan Bandung serta menjadi bagian dari GADO GADO Cultural Network, jejaring berbagai festival kreatif nasional.

Tahun ini, JDW akan berlangsung pada 1–20 September 2026 dengan mengangkat tema “Dangdut” sebagai representasi budaya populer Indonesia. Tema tersebut akan diterjemahkan ke dalam kreasi dessert, identitas visual, hingga rangkaian acara seperti Industry and Media Gathering, City Takeover, Dessert Markt, dan Golden Swirl Awards 2026.

Co-Founder Jakarta Dessert Week, Manpalagupta Sitorus, mengatakan tema “Dangdut” dipilih untuk memperluas kolaborasi antara dunia kuliner dengan musik, desain, dan seni sehingga festival tidak lagi hanya berfokus pada hidangan penutup.

“Jakarta Dessert Week tidak lagi hanya berbicara tentang dessert. Kami ingin membangun kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif melalui tema yang dekat dengan budaya Indonesia. Dukungan Kementerian Ekraf menjadi langkah penting untuk memperluas dampak kolaborasi tersebut,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Ekraf akan menjajaki kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri guna memperkenalkan Jakarta Dessert Week melalui jaringan perwakilan diplomatik Indonesia di berbagai negara sebagai bagian dari promosi gastronomi nasional.

Selain itu, Kementerian Ekraf juga membuka peluang kolaborasi dengan Direktorat Musik untuk memperkuat implementasi tema “Dangdut” dalam penyelenggaraan festival.

“Pengenalan gastronomi dapat menjadi bagian dari soft diplomacy Indonesia. Melalui jejaring kedutaan, Jakarta Dessert Week bisa menjadi etalase ekonomi kreatif Indonesia di mata dunia,” ujar Teuku Riefky.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas gagasan pembentukan Jakarta Creative and Cultural Month, sebuah inisiatif yang akan mengintegrasikan berbagai festival kreatif ke dalam satu kalender promosi bersama. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi festival kreatif sekaligus memperluas eksposur gastronomi Indonesia melalui kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif.

(Phyd)

Berita Terkait

Rano Karno Dorong Jakarta-Seoul Perkuat Kolaborasi Budaya hingga Perfilman
Suyudi Ario Seto Menuju Kursi Kapolri, DPR Setujui Pengganti Listyo Sigit
Surat Santri untuk Presiden: Menyuarakan Gagasan dari Pesantren untuk Indonesia
FKI dan LINKN Dorong Sinergi Media Kawal Kasus Negara
FKI Dukung Persiapan Harlah Ke-5 AsMEN
Kemenekraf Dorong Kolaborasi Lintas Pihak agar Ide Kreatif Tak Sekadar Konsep
Kemenag Pastikan Nikah di KUA Tanpa Biaya, di Luar KUA Ada Ketentuan Tarif
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Haji dan Umrah Lewat Hotline “Bongkar Mafia”
Berita ini 6 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar akan tayang setelah disetujui oleh admin.