Siber Raya Pos:

 

Sentil Mutasi Sekwan Tanpa Komunikasi, Ketua DPRD Cilegon Rizki Khairul Ichwan Ingatkan Etika Kelembagaan

Kamis, 2 Juli 2026 - 00:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilegon – Hubungan kemitraan antara eksekutif dan legislatif di Kota Cilegon mendadak menjadi sorotan. Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan, secara terbuka menyentil kebijakan Pemerintah Kota Cilegon terkait mutasi Sekretaris DPRD (Sekwan) yang dilakukan tanpa adanya komunikasi resmi terlebih dahulu dengan pimpinan dewan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Rizki di penghujung Rapat Paripurna Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Gedung Paripurna DPRD Cilegon, Rabu (1/7/2026).

Soroti Minimnya Komunikasi dan Etika Kelembagaan

Rizki menyampaikan bahwa pimpinan DPRD justru baru mengetahui kabar adanya mutasi Sekwan dari informasi yang beredar di luar, bukan melalui surat atau pemberitahuan resmi dari pemerintah daerah.
Meskipun memahami bahwa pergeseran Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan hak prerogatif kepala daerah, ia mengingatkan bahwa kekuasaan mutlak tersebut seharusnya tetap menjunjung tinggi etika antar-lembaga.

“Kami tentu memahami, bahwa mutasi ASN memang kewenangan saudara Walikota, namun kami meyakini kewenangan yang baik selalu berjalan dan beriringan dengan etika kelembagaan,” tegas Rizki.

Bagi DPRD, posisi Sekwan memiliki fungsi yang sangat strategis dalam mendukung kelancaran tugas-tugas legislatif. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi dinilai sebagai pilar penting dalam tata kelola pemerintahan yang baik sekaligus wujud saling menghormati.

Berharap Jadi yang Terakhir

Di hadapan Wakil Wali Kota, Sekda, serta para kepala OPD yang hadir, Rizki berharap agar insiden buntu komunikasi seperti ini tidak terulang kembali di masa depan. Rizki secara lugas menyampaikan harapannya agar sinergisitas eksekutif-legislatif tetap terjaga demi kemaslahatan masyarakat.


“Dan kami berharap, hal seperti ini menjadi yang terakhir. Sebab hubungan antar-lembaga yang sehat tidak hanya dibangun oleh kewenangan, tetapi juga saling menghormati. Kami ingin kemitraan ini berjalan dengan baik, namun kemitraan yang baik tentu harus dimulai dari komunikasi yang baik,” ujar Rizki di akhir pidatonya sebelum menutup sidang secara resmi dengan mengucapkan alhamdulillah.

Rapat paripurna ditutup dengan doa bersama agar seluruh jajaran pelaksana pemerintahan di Kota Cilegon selalu diberikan perlindungan, bimbingan, dan kemudahan dalam menjalankan roda pemerintahan demi kepentingan masyarakat luas.

Berita Terkait

Suasana Haru Menyelimuti Mapolda Banten, Irjen Hengky Pamit
Karya Murni AI Tak Mendapat Perlindungan Hak Cipta, Pemerintah Siapkan Regulasi
Blok M Menuju Model TOD Jakarta, Ruang Publik Diperluas Lima Kali Lipat
Tawur Agung Manca Wali Krama Ditutup, Menpar Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Kelestarian Alam
BKPSDM Kota Serang Bungkam soal Pemanggilan Kadinkes Ahmad Hasanuddin ke Polda Banten
Program Sekolah Lansia Citra Sundari Cilegon, Ridwan: Sehat, Aktif, Mandiri, dan Bahagia
Sat Samapta Polres Cilegon Gelar Simulasi Penanganan Aksi Huru Hara di Pt Pln Persero ULTG Gitet
Walikota Cilegon Robinsar Buka Acara Sosialisasi dan Serah Terima Sarana Pengumpulan Sampah Hulu ISWMP
Berita ini 2 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar akan tayang setelah disetujui oleh admin.