Jakarta, Siber Raya Pos — Sabtu malam (18/7) menjadi panggung pembuktian bahwa musik dangdut klasik belum kehilangan taringnya. Trio 3 Kembang yang beranggotakan Ikke Nurjanah, Kristina, dan Cici Paramida sukses membangkitkan kenangan ribuan penonton lewat konser bertabur hit era 1990-an hingga awal 2000-an.
Sejak lampu panggung menyala, suasana arena langsung berubah menjadi lautan nostalgia. Penonton larut menyanyikan setiap lirik lagu, bertepuk tangan mengikuti irama, hingga mengabadikan momen kembalinya tiga diva dangdut tersebut di atas satu panggung.
Menariknya, konser ini tidak hanya dipadati oleh mereka yang tumbuh bersama lagu-lagu 3 Kembang. Banyak penonton muda yang juga ikut menikmati penampilan para penyanyi senior tersebut, membuktikan bahwa karya yang lahir puluhan tahun silam masih mampu melintasi batas generasi.
Malam nostalgia itu semakin istimewa dengan kehadiran para legenda dangdut tanah air. Terlihat Raja Dangdut Rhoma Irama, Ratu Dangdut Elvy Sukaesih, Camelia Malik, hingga Iyeth Bustami datang memberikan dukungan langsung dari bangku penonton.
Respons Kristina dan Kekuatan Karakter 3 Kembang
Ditemui usai acara, Kristina mengaku bersyukur seluruh rangkaian konser berjalan sesuai harapan dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
”Alhamdulillah, semua ikhtiar yang kami lakukan selalu dimulai dengan bismillah dan diakhiri dengan alhamdulillah. Hari ini konser berjalan meriah. Pak Haji Rhoma Irama hadir, Kak Iyeth juga datang. Terima kasih kepada semua yang sudah hadir,” ujar Kristina.
Menurut Kristina, konser tersebut menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali perjalanan 3 Kembang yang sempat memberi warna tersendiri dalam industri musik dangdut Indonesia.
”Kami dipertemukan karena berjodoh dalam berkarya. Masing-masing punya karakter yang berbeda, tetapi justru itu menjadi kekuatan 3 Kembang. Walaupun promosi dulu sempat terhambat, lagu-lagu kami ternyata masih dikenang hingga sekarang,” tuturnya menambahkan.
Pujian dari Para Legenda
Apresiasi tinggi juga datang dari pedangdut senior Camelia Malik. Ia mengaku terharu melihat antusiasme penonton yang memenuhi arena konser. Bagi Camelia, kekuatan lagu-lagu dangdut klasik terletak pada kualitas musikalitas dan kedalaman liriknya.
”Kembangnya masih segar, keren, dan semangat. Lagu-lagunya luar biasa. Malam ini kita benar-benar bernostalgia dengan lagu-lagu para penyanyi pada zamannya,” kata Camelia. “Liriknya puitis, dibawakan dengan bersahaja tetapi tetap menarik.”
Senada, Ratu Dangdut Elvy Sukaesih menilai konser ini menjadi bukti sahih bahwa musik dangdut kini semakin inklusif dan diterima oleh semua kalangan.
”Saya sangat senang melihat dangdut sekarang mulai banyak dinikmati oleh semua lintas generasi. Ini menjadi sesuatu yang membanggakan bagi kami sebagai pelaku musik dangdut,” ungkap Elvy. Ia pun berharap konser serupa bisa terus digelar secara berkala ke depannya.
Konser 3 Kembang pada akhirnya bukan sekadar menyajikan hiburan malam minggu. Acara ini menjelma menjadi perayaan perjalanan panjang musik dangdut Indonesia, sekaligus penegas bahwa karya yang lahir dengan kualitas tinggi tidak akan pernah usang oleh waktu.








