Siber Raya Pos:

 

Tiga Bandara Kembali Dibuka, Penerbangan Berangsur Pulih Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau

Selasa, 8 September 2026 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siberrayapos | TANGERANG — Operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung kembali dibuka setelah sempat ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, mengatakan pembukaan kembali tiga bandara tersebut mengacu pada Notice to Air Missions (Notam) dari AirNav Indonesia dengan status resumed operations.

“Fasilitas sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) ketiga bandara siap kembali melayani penerbangan. Seluruh personel operasi dan layanan bandara juga dipastikan siap,” kata Arie dalam keterangan tertulis yang diterima di Tangerang, Selasa (8/9/2026).

Berdasarkan Notam, Bandara Soekarno-Hatta kembali berstatus resumed operations mulai pukul 00.30 WIB, disusul Bandara Halim Perdanakusuma pukul 00.40 WIB dan Bandara Husein Sastranegara pukul 00.42 WIB.

Sebelum dibuka kembali, pengelola bandara menjalankan prosedur keselamatan, termasuk membersihkan abu vulkanik di seluruh area sisi udara, mulai dari apron, taxiway, hingga landasan pacu.

Petugas juga melakukan uji kekesatan (runway friction test) untuk memastikan kondisi landasan memenuhi standar keselamatan penerbangan.

“Uji kekesatan di runway menunjukkan fasilitas tersebut memenuhi standar dan persyaratan untuk melayani operasional penerbangan,” ujar Arie.

Pemulihan Bertahap

General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan pemulihan operasional di bandara terbesar di Indonesia itu dilakukan secara bertahap dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah Air Traffic Flow Management (ATFM), yakni pengaturan arus lalu lintas penerbangan untuk mengendalikan fase awal pemulihan.

“Pada fase awal recovery, pengendalian penerbangan dilakukan secara bertahap dan terukur melalui penerapan ATFM,” kata Heru.

Menurut dia, pengaturan tersebut diperlukan agar arus keberangkatan dan kedatangan pesawat dapat kembali berjalan aman dan tertib, sekaligus memungkinkan kapasitas operasional bandara dipulihkan secara bertahap.

Pengaturan juga mempertimbangkan kondisi di lapangan, termasuk kebutuhan mempercepat keberangkatan pesawat yang sebelumnya terdampak penutupan serta mengembalikan kapasitas apron secara bertahap.

Untuk mendukung pemulihan mobilitas penumpang, Bandara Soekarno-Hatta telah berkoordinasi dengan seluruh operator transportasi publik guna memastikan ketersediaan armada dari dan menuju bandara.

Calon penumpang tetap diimbau memantau status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat. Penyesuaian jadwal masih dapat terjadi selama proses pemulihan operasional berlangsung.(Py)

Redaksi

Berita Terkait

Rano Karno Dorong Jakarta-Seoul Perkuat Kolaborasi Budaya hingga Perfilman
Suyudi Ario Seto Menuju Kursi Kapolri, DPR Setujui Pengganti Listyo Sigit
Surat Santri untuk Presiden: Menyuarakan Gagasan dari Pesantren untuk Indonesia
FKI dan LINKN Dorong Sinergi Media Kawal Kasus Negara
FKI Dukung Persiapan Harlah Ke-5 AsMEN
Kemenekraf Dorong Kolaborasi Lintas Pihak agar Ide Kreatif Tak Sekadar Konsep
Kemenag Pastikan Nikah di KUA Tanpa Biaya, di Luar KUA Ada Ketentuan Tarif
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Haji dan Umrah Lewat Hotline “Bongkar Mafia”
Berita ini 12 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar akan tayang setelah disetujui oleh admin.