Siber Raya Pos:

 

SDN KRAMAT CIKANDE KEKURANGAN MURID, KELAS SATU CUMA DIISI 7 SISWA!

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serang, Siber Raya Pos — Pemandangan miris sekaligus memprihatinkan terlihat di SD Negeri (SDN) Kramat, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Betapa tidak, pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 ini, sekolah tersebut hanya mendapatkan 7 orang murid baru untuk duduk di kelas I!


​Kondisi sepi bak kuburan langsung menyambut siapapun yang melangkahkan kaki ke area sekolah tersebut. Tak cuma di halaman, suasana ‘adem ayem’ tanpa keriuhan anak-anak juga menyelimuti tiap sudut ruang kelas. Fenomena miris ini rupanya bukan cerita baru, melainkan borok lama yang sudah menggerogoti sekolah selama 5 tahun belakangan.


​Kepala SDN Kramat, Aan Hernawati, tak menampik realita pahit yang melanda sekolahnya. Ia cuma bisa mengelus dada melihat tren penurunan jumlah murid yang kian mengkhawatirkan.


​”Ya, mau bagaimana lagi. Sudah lima tahun jumlah siswa memang sedikit. Tahun lalu hanya empat siswa, sedangkan tahun ini ada sedikit peningkatan menjadi tujuh siswa,” ungkap Aan dengan nada pasrah.


​Biang kerok sepinya peminat di sekolah ini ternyata dipicu oleh beberapa faktor krusial. Selain karena wilayah Desa Parigi yang tergolong sempit—hanya terdiri dari Kampung Kalong dan Kampung Kramat—faktor gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di kawasan industri Cikande jadi pukulan yang amat telak.


​Banyaknya pabrik yang bertekuk lutut alias gulung tikar membuat para buruh yang tadinya mengontrak di sekitar lokasi memilih angkat kaki dan pulang kampung. Alhasil, anak-anak mereka yang tadinya menimba ilmu di SDN Kramat pun ikut bedol desa.


​”Salah satu penyebab utamanya karena di sini hanya ada dua kampung, jadi jumlah anak usia sekolah memang sedikit. Selain itu, sudah empat tahun terakhir banyak pabrik tutup dan terjadi PHK. Banyak keluarga yang pindah ke daerah lain, sehingga berdampak pada jumlah siswa di sini,” beber Aan.


​Demi menyiasati keterbatasan murid dan agar roda kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berputar, pihak sekolah terpaksa memutar otak. Sistem ‘kelas gabungan’ alias dikocok jadi satu pun diberlakukan. Murid kelas I digabung seruangan dengan kelas II, kelas III menempel dengan kelas IV, dan kelas V disatukan dengan kelas VI.


​Catatan sekolah menunjukkan, total seluruh murid dari kelas I sampai kelas VI di SDN Kramat saat ini hanya menyisakan 72 anak saja!


​Kini, pihak sekolah cuma bisa menggantungkan asa pada keajaiban di tengah tahun ajaran—berharap ada ‘angin segar’ berupa kedatangan murid-murid pindahan agar bangku-bangku kelas yang kosong kembali terisi.
​(Fera / Serang – Banten)

Berita Terkait

Blok M Menuju Model TOD Jakarta, Ruang Publik Diperluas Lima Kali Lipat
Tawur Agung Manca Wali Krama Ditutup, Menpar Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Kelestarian Alam
BKPSDM Kota Serang Bungkam soal Pemanggilan Kadinkes Ahmad Hasanuddin ke Polda Banten
Program Sekolah Lansia Citra Sundari Cilegon, Ridwan: Sehat, Aktif, Mandiri, dan Bahagia
Sat Samapta Polres Cilegon Gelar Simulasi Penanganan Aksi Huru Hara di Pt Pln Persero ULTG Gitet
Walikota Cilegon Robinsar Buka Acara Sosialisasi dan Serah Terima Sarana Pengumpulan Sampah Hulu ISWMP
R. Nuzulima Ilmiaty Ismail (Kasubdit bidang sanitasi) : Kota Cilegon Terima Bantuan Sarana Pengangkutan untuk Wujudkan Lingkungan Bersih
Langkah Nyata Menuju Indonesia Bersih: Plt. Kepala Balai BPBPK Banten Luciana Angelin Narua Serahkan Sarana Pengumpulan Sampah ISWMP ke Pemkot Cilegon
Berita ini 2 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar akan tayang setelah disetujui oleh admin.