Siberrayapos | Jakarta — Ada cara sederhana untuk membuat ribuan orang berhenti sejenak dari hiruk-pikuk festival. Matt Maltese menemukannya lewat piano.
Pada malam pertama LaLaLa Festival 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (22/8), penyanyi dan penulis lagu asal Inggris itu tampil di LaLaStage dengan format yang nyaris tanpa basa-basi. Kemeja denim, sebuah piano, permainan bass, dan suara Maltese menjadi modal utama.
Tak ada produksi panggung yang berlebihan. Tak banyak ornamen yang mengalihkan perhatian. Namun, justru dari kesederhanaan itu, Maltese menciptakan suasana yang terasa dekat.
LaLaStage yang besar perlahan seperti mengecil. Penonton memenuhi area panggung, sementara perhatian mereka tertuju pada setiap nada yang keluar dari piano dan setiap bait yang dinyanyikan Maltese.
Ketika As the World Caves In dimainkan, batas antara penampil dan penonton seakan menghilang. Ribuan suara ikut menyanyikan lagu tersebut. Maltese seperti tidak sedang tampil sendirian; penonton mengambil bagian penting dalam pertunjukan.
Momen itu berlanjut melalui Intolewd dan Krystal. Respons penonton tetap hangat. Sejumlah bagian lagu dinyanyikan bersama, membuat pertunjukan terasa seperti pertemuan antara musisi dan para pendengarnya yang sudah lama mengenal karya-karyanya.
Namun, energi panggung kemudian berubah saat Maltese membawakan Curl Up & Die. Suasana yang semula riuh menjadi lebih tenang. Permainan piano mengambil ruang lebih besar, membawa penonton masuk ke sisi pertunjukan yang lebih emosional.
Tanpa perlu mengumbar kemegahan produksi, Maltese justru berhasil membuat ribuan orang fokus pada hal paling mendasar dalam sebuah pertunjukan musik: lagu.
Ia kemudian memilih Everyone Adores You (At Least I Do) sebagai penutup. Lagu itu menjadi salam perpisahan yang hangat sebelum Maltese meninggalkan panggung.
Penampilan tersebut menjadi salah satu pengingat bahwa festival musik bukan semata soal panggung besar, tata cahaya spektakuler, atau produksi yang serba megah. Kadang, sebuah piano dan suara yang jujur sudah cukup untuk membuat kerumunan besar terasa begitu dekat.
Redaksi.









