Serang, Siber Raya Pos – Rencana pembangunan kawasan yayasan pendidikan oleh Yayasan Cinta Diri Sejati di Desa Kadubeurem, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, menuai penolakan keras dari masyarakat dan tokoh daerah. Proyek tersebut diprotes karena diduga membelokkan aliran alami Sungai Cikalumpang serta menebang pohon di bantaran sungai tanpa kelengkapan izin resmi, yang dikhawatirkan dapat memicu banjir besar dan merusak ekosistem pertanian di wilayah hilir.
Tokoh pendiri Provinsi Banten, KH Embay Mulya Syarief, secara tegas meminta agar seluruh aktivitas pembangunan di sekitar sungai tersebut dihentikan sementara. Penolakan ini disampaikan usai dirinya meninjau langsung lokasi dan mendapati adanya perubahan alur sungai serta penebangan pohon yang dinilai membahayakan pasokan air bagi ribuan hektare areal persawahan serta suplai air baku ke kawasan industri Cilegon.
Menurutnya, kelestarian air merupakan elemen krusial bagi kehidupan dan ketahanan pangan yang tidak boleh dikorbankan demi kepentingan pembangunan sepihak.
Meski demikian, KH Embay menegaskan bahwa dirinya bersama masyarakat tidak anti terhadap investasi. Ia menyambut baik kehadiran investasi selama dilakukan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku serta memerhatikan kelestarian lingkungan agar tidak merugikan masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup dari sumber daya alam.
Menanggapi gelombang protes tersebut, pihak pengembang melalui Juru Bicara Yayasan Cinta Diri Sejati, Eko Budianto, membantah bahwa proyek itu sengaja membelokkan aliran sungai secara ekstrem. Ia menjelaskan bahwa pengerjaan di tepi sungai awalnya bertujuan untuk membangun struktur penahan guna memecah debit air agar tidak menggerus tanggul irigasi yang sudah mulai terkikis.
Pihak yayasan akhirnya memutuskan untuk menghentikan pengerjaan fisik sedimentasi buatan tersebut hingga batas waktu yang belum ditentukan. Selain mengakui bahwa izin teknis belum sepenuhnya tuntas, pihak yayasan menyatakan siap memulihkan bentang alam ke kondisi semula jika hasil evaluasi akhir merekomendasikan pembatalan proyek secara permanen.
Ferra










