Serang, Siber Raya Pos – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berlangsung secara intensif hingga Sabtu siang. Berdasarkan catatan pos pengamatan, aktivitas vulkanik ini telah memicu gempa letusan dengan amplitudo maksimum mencapai 70 milimeter serta durasi tercatat yang mencapai 21.600 detik sejak Jumat malam. Rangkaian erupsi tersebut turut disertai suara dentuman keras yang terdengar hingga wilayah pesisir Banten dan Lampung.
Petugas pengamat gunung api memastikan bahwa suara dentuman yang menggelegar itu murni merupakan gelombang suara yang dihasilkan dari proses erupsi dan merambat melalui udara, bukan bersumber dari gempa bumi ataupun pergerakan tanah di bawah permukaan. Kendati dentuman cukup mencemaskan warga pesisir, potensi terjadinya tsunami akibat erupsi kali ini dinilai sangat kecil dan hampir tidak ada mengingat volume tubuh Gunung Anak Krakatau saat ini masih relatif kecil.
Hingga Sabtu siang, pemantauan kondisi visual gunung secara langsung belum dapat dilakukan secara maksimal. Sejumlah perangkat pemantauan jarak jauh, termasuk kamera pemantau atau CCTV yang terpasang di sekitar kawasan gunung, diduga mengalami kerusakan akibat terjangan material erupsi. Rekaman visual terakhir yang sempat tertangkap kamera terjadi menjelang dini hari yang memperlihatkan adanya semburan lava pijar dari kawah.
Dengan masih berlangsungnya aktivitas vulkanik tersebut, status Gunung Anak Krakatau saat ini tetap berada pada Level III atau Siaga. Petugas mengimbau kepada seluruh masyarakat di sekitar pesisir untuk tetap tenang, tidak panik menghadapi informasi yang beredar, serta secara ketat mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak beraktivitas di dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Ferra










