Siber Raya Pos:

 

Film Toleransi “Seni Merayu Tuhan” Dihadiri Tokoh Lintas Agama

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siberrayapos | Jakarta — Film Seni Merayu Tuhan tidak hanya menawarkan kisah perjalanan seorang pemuda yang mencari makna hidup. Film terbaru persembahan Wahana Kreator Nusantara itu juga membawa pesan tentang keberagaman dan toleransi antarumat beragama.

Pesan tersebut turut menjadi perhatian dalam acara nonton bersama yang digelar di XXI Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026). Sejumlah tokoh lintas agama hadir menyaksikan film yang diadaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar tersebut.

Hadir dalam acara itu antara lain Habib Jafar, Bhante Dira, Pdt. Tommy Simanjuntak, Romo Aan, Bli Mitha, dan Kris Tan. Jajaran pemain serta kru film juga turut hadir, di antaranya Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, serta produser Salman Aristo dan Sigit Pratama.

Dalam film tersebut, isu toleransi beragama antara lain digambarkan melalui karakter Hikmah dan Sophia yang diperankan Ari Irham dan Lutesha. Keduanya merupakan pasangan berbeda agama yang menghadapi dilema dalam hubungan sekaligus berusaha memahami proses pendewasaan diri masing-masing.

Kisah itu juga memperlihatkan bagaimana perbedaan keyakinan dapat dihadapi dengan sikap saling menghormati.

Habib Jafar mengatakan, semangat keberagaman dalam film tersebut tidak muncul secara kebetulan. Menurut dia, proses produksi Seni Merayu Tuhan juga melibatkan banyak orang dengan latar belakang agama yang berbeda.

“Film ini dibuat dan didukung penuh oleh orang-orang yang memang toleran. Kebetulan dari jajaran produser eksekutif kami, 90 persennya nonmuslim,” ujar Habib Jafar.

Ia menambahkan, film tersebut turut terinspirasi dari hubungan pertemanannya dengan orang-orang yang memiliki keyakinan berbeda.

“Mereka adalah inspirasi saya. Kawan-kawan yang merawat toleransi beragama di Indonesia selama beberapa tahun ke belakang,” kata dia.

Mengajak Penonton Mencari Makna Ketuhanan

Pdt. Tommy Simanjuntak memberikan apresiasi terhadap keberanian film tersebut mengangkat pertanyaan mengenai perjalanan manusia dalam mengenal Tuhan.

Menurut dia, film Seni Merayu Tuhan mampu membicarakan hal-hal yang kerap tidak mudah diperbincangkan secara terbuka.

“Filmnya bagus banget. Aku lihat Habib Jafar begitu jujur dan brilian bisa mengungkapkan elephant in the room,” ujar Tommy.

Ia menilai, perjalanan manusia dalam mencari dan mengenal Tuhan bukan sesuatu yang selalu dapat dijelaskan dengan rumus pasti.

“Mengejar Tuhan itu bukan ilmu pasti, tapi ilmu seni. Ada seninya, harus mengikuti perjalanan hingga kita kenal Tuhan yang sebenarnya, yang tidak terselami itu,” katanya.

Sementara itu, Bhante Dira melihat film sebagai karya seni yang dapat menjadi medium untuk menyentuh nurani sekaligus mengajak penonton mencari jawaban atas berbagai pertanyaan kehidupan.

“Dalam film Seni Merayu Tuhan, menjawab banyak pertanyaan. Mungkin orang mempunyai satu jawaban, tapi oleh film ini disiapkan 10 jawaban,” ujar Bhante Dira.

Kehadiran tokoh lintas agama dalam pemutaran tersebut menjadi bagian dari semangat film untuk merayakan keberagaman. Tidak hanya tokoh dari Islam dan Katolik, acara itu juga dihadiri tokoh agama Buddha dan Konghucu.

Dibintangi Ari Irham dan Lutesha

Seni Merayu Tuhan dibintangi Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy.

Film ini diproduseri Salman Aristo dan Sigit Pratama, dengan Gina S. Noer dan Orchida Ramadhania sebagai produser eksekutif.

Wahana Kreator memproduksi film tersebut bersama PK Films, Emtek Media, Starvision, Magma Entertainment, Virtuelines Entertainment, dan Suraya Filem.

Seni Merayu Tuhan dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.

Informasi terbaru mengenai film tersebut dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @wahana.kreator dan @filmsenimerayutuhan.

Redaksi.

Berita Terkait

Dari Luka Menuju Kekuatan, Beautiful Pain Ungkap Final Poster Terbaru
Rano Karno Belajar dari Busan, Dorong Jakarta Jadi Kota Film
Empat Aktor Hadapi Teror Paranoia di Film Hasut, Misteri Mengintai di Tengah Hutan
Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026, Kisah Kucing Terlantar Curi Perhatian
Desember Jani Wakili Indonesia di Asian Future Tokyo International Film Festival 2026
Setelah 20 Tahun Dipenjara, Pertiwi Kembali dengan Luka dan Misteri Bromo
Poster Sempat Bikin Drama, GJLS: Berapi-Api Malah Bikin Damkar Turun Tangan
Musik Diputar, Hak Pencipta Jangan Diabaikan: DJKI Dorong Pelaku Usaha Taat Royalti
Berita ini 3 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar akan tayang setelah disetujui oleh admin.