CILEGON, Siber Raya Pos – Tidak ada yang menyangka sebuah pertemuan sederhana di sebuah mushola RT 24/06 Kel Lebak Denok akan menjadi titik awal lahirnya gerakan inovasi masyarakat yang kini diperhitungkan di tingkat Provinsi Banten.
Di tempat itulah Lurah Lebak Denok, Ketua Posyantek Harapan Denok, dan seorang dosen dari Politeknik Industri Petrokimia Banten (PIPB) duduk bersama, berdiskusi tentang satu mimpi besar: menghadirkan pusat pembelajaran teknologi yang dapat dinikmati masyarakat tanpa memandang usia maupun latar belakang ekonomi dan pendidikan.
Dari pertemuan sederhana itu lahirlah Kampoeng Programming, sebuah gerakan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi yang kini berkembang menjadi salah satu ikon inovasi di Kota Cilegon.
Tak lama kemudian, Posyantek Harapan Denok dan PIPB menandatangani nota kesepahaman (MoU). Penandatanganan tersebut menjadi tonggak sejarah dimulainya kolaborasi antara masyarakat dan dunia akademik.
Keseriusan PIPB terlihat dari kehadiran langsung Direktur Supardi, S.Pd., M.Pd., didampingi Winda Sri Jaman, S.T., M.T., selaku Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), bersama jajaran dosen dan tim kampus.
Dalam kesempatan itu, Ketua Program Studi Teknologi Instrumentasi Industri Petrokimia PIPB, Mohammad Wirandi, menegaskan komitmen kampus dalam mendukung Kampoeng Programming.
“Kami siap memberikan pelatihan kepada masyarakat dan berkolaborasi mengembangkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT), robotika, dan elektro. Ini merupakan langkah penting untuk menjadikan Lebak Denok sebagai Kampoeng Programming, pusat inovasi teknologi di Kota Cilegon,” ujarnya.

Komitmen tersebut tidak berhenti sebagai seremoni semata.
Puluhan peserta Kampoeng Programming mendapat kesempatan belajar langsung di Laboratorium Internet of Things (IoT) PIPB. Mereka memperoleh pelatihan mengenai IoT, sistem kontrol, hingga elektronika industri dari para dosen dan praktisi.
Hasil nyata kolaborasi itu kini dapat dilihat di depan Kantor Kelurahan Lebak Denok melalui pembangunan Mini Lab Smart Farming.
Sebagai tahap awal, PIPB telah memasang sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis sensor. Ke depan, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi laboratorium pertanian pintar yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, penelitian, sekaligus percontohan bagi masyarakat.
Program tersebut saat ini tengah diajukan kepada Bapperida Kota Cilegon dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) agar dapat dikembangkan menjadi inovasi yang berdampak lebih luas.
Kerja sama perdana bersama PIPB ternyata menjadi pintu pembuka bagi kolaborasi yang lebih besar.
Satu demi satu perguruan tinggi mulai bergabung. Hingga saat ini, Posyantek Harapan Denok telah menjalin kemitraan dengan sembilan perguruan tinggi dari Cilegon, Serang, dan Depok, Jawa Barat.
Kolaborasi tersebut melahirkan berbagai program inovasi, mulai dari Internet of Things (IoT), robotika, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), media digital, smart farming, teknologi energi terbarukan, hingga pelatihan bahasa asing sebagai bekal menghadapi kebutuhan industri di Kota Cilegon.
Kini, Posyantek Harapan Denok tengah mempersiapkan diri mengikuti Innovation Award 2026 Tingkat Provinsi Banten.
Ajang tersebut bukan sekadar perlombaan, melainkan menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir dari lingkungan masyarakat melalui semangat gotong royong dan kolaborasi.
Ketua Posyantek Harapan Denok mengatakan, perjalanan yang telah ditempuh hanyalah awal dari cita-cita yang lebih besar.
“Perjalanan kami belum selesai, bahkan baru dimulai. Pertemuan di mushola menjadi pengingat bahwa ide besar tidak selalu lahir dari ruang rapat yang megah. Ketika pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media mau duduk bersama, lahirlah inovasi yang mampu mengubah masa depan masyarakat. Semoga langkah kecil dari Lebak Denok ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Provinsi Banten.”
Dari sebuah mushola di sudut Kelurahan Lebak Denok, kini langkah itu mengarah ke panggung Provinsi Banten. Sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa mimpi besar selalu dimulai dari keberanian mengambil langkah pertama.








