Siber Raya Pos:

 

Aplikasi Iblis: Temui Arwah Kekasih yang Berujung Mimpi Buruk

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siberrayapos | JAKARTA – Bagaimana jika kerinduan kepada kekasih yang telah meninggal justru membuka pintu bagi teror yang mengancam nyawa? Premis inilah yang diusung film horor Aplikasi Iblis, karya terbaru sutradara Dimas Anggara yang mulai tayang di bioskop Indonesia pada Kamis (15/10/2026).

Diproduksi NIH Pictures, film ini memadukan horor, misteri, dan aksi dengan latar kehidupan urban yang dekat dengan keseharian masyarakat. Bukan hutan angker atau kuburan sunyi, melainkan ruang-ruang yang akrab bagi warga kota menjadi panggung teror yang sulit ditebak.

Cerita berpusat pada Arya (Junior Roberts), yang setahun setelah kematian tragis kekasihnya, Laras (Dosma Hazenbosch), masih belum mampu menerima kenyataan. Dikuasai kerinduan, Arya nekat menggunakan aplikasi misterius bernama I LET YOU IN untuk menghubungi arwah Laras.

Keinginannya semula tampak terjawab. Arya berhasil terhubung kembali dengan sosok yang diyakininya sebagai kekasihnya. Namun, kebahagiaan itu perlahan berubah menjadi mimpi buruk. Keputusannya menembus batas antara kehidupan dan kematian justru menyeretnya ke dalam teror yang mengancam keselamatannya.

Arya pun dihadapkan pada pilihan sulit: terus mempertahankan hubungan dengan sosok yang telah tiada atau merelakan kepergiannya demi menyelamatkan diri.

Horor yang Berangkat dari Sebab dan Akibat

Dimas Anggara sengaja menghadirkan horor yang tidak bergantung pada lokasi-lokasi menyeramkan yang lazim digunakan film sejenis. Menurut dia, ketakutan justru bisa muncul dari lingkungan yang selama ini dianggap biasa.

“Horor di film Aplikasi Iblis tidak terjadi di hutan, kuburan, atau bahkan di desa. Horornya terjadi di kehidupan yang dekat dengan keseharian orang-orang di perkotaan,” ujar Dimas.

Ia menilai pendekatan tersebut membuat cerita terasa lebih relevan karena teror bisa hadir di tengah rutinitas yang kerap dijalani masyarakat.

Dimas juga menekankan bahwa kengerian dalam film ini berangkat dari keputusan tokoh utamanya. Tindakan Arya yang berusaha menghubungi arwah kekasihnya menjadi awal dari rangkaian kejadian mengerikan.

“Horornya itu sebenarnya karena sebab akibat dari suatu perbuatan yang dilakukan Arya. Segala sesuatu pasti ada sebab akibat,” katanya.

Lima Fakta Menarik di Balik Aplikasi Iblis

1. Sutradaranya justru mengaku penakut

Ada ironi di balik film ini. Dimas Anggara, yang kini menggarap film horor, mengaku sebagai orang yang penakut. Namun, ia tetap menantang dirinya keluar dari zona nyaman untuk menghadirkan karya dengan pendekatan berbeda, sekaligus menawarkan pengalaman horor yang dapat dinikmati penonton bioskop.

2. Film horor pertama Dimas sebagai sutradara

Aplikasi Iblis menjadi film kedua yang disutradarai Dimas Anggara sekaligus debutnya di genre horor. Sebelumnya, ia mengawali perjalanan sebagai sutradara melalui film drama OOTD. Peralihan genre ini menjadi tantangan tersendiri bagi Dimas dalam mengeksplorasi cara membangun ketegangan dan atmosfer cerita.

3. Gedung bekas supermarket di Bogor jadi lokasi teror

Alih-alih mengandalkan desa terpencil atau hutan yang dianggap angker, film ini memanfaatkan berbagai ruang urban, mulai dari apartemen hingga area parkir. Salah satu lokasi yang digunakan adalah gedung bekas supermarket tua di Bogor, termasuk untuk adegan aksi yang menegangkan.

Pemilihan lokasi tersebut sejalan dengan gagasan utama film: menghadirkan kengerian di tempat-tempat yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

4. Junior Roberts sampai memar saat menjalani adegan aksi

Memerankan Arya bukan hanya menuntut Junior Roberts menampilkan kesedihan akibat kehilangan kekasih, tetapi juga menjalani sejumlah adegan aksi. Ia mengaku sempat mengalami memar selama proses syuting, meski kondisinya tetap baik.

Untuk mempersiapkan adegan tersebut, Junior menjalani workshop koreografi aksi. Ia juga punya cara sederhana untuk menjaga stamina selama bekerja: minum kopi.

5. Dosma Hazenbosch mengubah karakter suara

Peran Laras memberikan tantangan tersendiri bagi Dosma Hazenbosch. Ketika Laras masih hidup dan ketika tampil sebagai sosok arwah, karakter yang dimainkan Dosma harus terasa berbeda.

Karena itu, ia tidak hanya mengandalkan perubahan penampilan wajah dan tubuh, tetapi juga mengolah karakter suaranya. Aplikasi Iblis sekaligus menjadi debut Dosma di genre horor.

Film ini dibintangi Junior Roberts, Dosma Hazenbosch, Aldo Irawan Putra, Aulia Deas, Ruth Marini, dan Della Dartyan. Produksinya ditangani oleh produser Delly Malik dan R. Dimas Aryanto.

Dengan menggabungkan misteri, teror supranatural, dan aksi, Aplikasi Iblis menawarkan pertanyaan yang menjadi inti ceritanya: seberapa jauh seseorang berani melangkah demi menghidupkan kembali cinta yang telah hilang?

Aplikasi Iblis tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026. Informasi terbaru mengenai film ini dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @aplikasiiblisfilm dan @nihpictures.(PY)

Redaksi

Berita Terkait

Vino G. Bastian Hidupkan Kembali Sosok Buya Hamka, Hamka Awal Mula Vol. 3 Siap Menginspirasi Penonton
Cinta Laura Tampil Memukau di Victoria’s Secret Fashion Show 2026, Bawa Karya Desainer Indonesia ke Panggung Dunia
Misteri Hungry Ghost Festival: Ketika Gelak Tawa Imam Darto Berubah Jadi Teror Supranatural
Momen Paling Menyentuh Synchronize Fest 2026: Penghormatan Indro Warkop untuk Sahabat Seperjuangan
Tujuh Tahun PIC Jakarta, Members Ebiet G. Ade Jaga Persaudaraan Lewat Musik
Bawa Dangdut ke Panggung Dunia, Fadli Zon Targetkan Pengakuan UNESCO pada 2027
Sentuh Hati Penonton Synchronize Fest 2026, Wali Minta Doa untuk Korban Karhutla hingga Palestina
Gebrakan Sinema Horor Indonesia melalui Teror Wabah Zombie Lokal
Berita ini 2 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar akan tayang setelah disetujui oleh admin.