Siber Raya Pos:

 

​Kepala BNN: Narkotika Dunia Sekarang Jenis Cair, Masuk Lewat Vape

Senin, 6 Juli 2026 - 06:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan jenis narkotika mulai mengalami perubahan. Suyudi menyebutkan narkotika saat ini sering ditemukan berbentuk cairan.

​Hal itu disampaikan Suyudi dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Menurut dia, ganja saat ini juga sudah dibuat dalam bentuk cair.

​”Bapak/Ibu sekalian, perlu saya sampaikan bahwa perkembangan narkotika dunia, termasuk di Indonesia sekarang ini, narkotika jenis cair, Pak. Jadi sabu cair, metamfetamin, ganja bahkan cair juga, etomidate cair. Jadi semuanya cair,” kata Suyudi.

​Dia menyebutkan pintu masuk peredaran narkotika jenis ini lewat rokok elektrik. Suyudi mengatakan BNN sempat mengusulkan pelarangan total penggunaan vape.

​”Pintu masuknya salah satunya dan yang paling utama adalah melalui rokok elektrik atau vape. Nah ini yang kami sampaikan pada rapat sebelumnya, kami mengusulkan untuk pelarangan total dalam hal ini,” katanya.

​Dia mengatakan BNN berencana mengadakan alat uji cepat (rapid test) maupun tes urine khusus zat etomidate. Menurut dia, alat tersebut belum dimiliki oleh BNN.

​”Kita juga dihadapkan pada munculnya tren zat seperti etomidate yang saat ini sedang marak atau mengalami peningkatan signifikan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, dukungan anggaran sangat dibutuhkan dan nantinya dimanfaatkan untuk pengadaan alat uji cepat (rapid test) maupun tes urine khusus zat etomidate,” ungkapnya.

​Dia mengatakan BNN sangat membutuhkan alat deteksi zat etomidate. Suyudi menyatakan ketiadaan alat tersebut menghambat pihaknya dalam melakukan penindakan.

​”Alat deteksi ini sangat kami perlukan untuk penindakan di lapangan, sementara saat ini BNN belum memilikinya sama sekali. Sebagai kondisi saat ini, apabila terdapat temuan yang diduga etomidate, kami memang bisa membawanya ke Pusat Laboratorium Narkotika BNN. Namun pengujian tersebut hanya sebatas untuk mengidentifikasi kandungan zat pada barang bukti fisiknya saja,” kata Suyudi.

​”Bukan untuk mendeteksi kandungan pada urine pengguna, yang di mana akan memakan waktu. Ketiadaan rapid test zat etomidate ini tentu akan menghambat kecepatan kami dalam menindak, memastikan status pengguna secara akurat, serta mengambil keputusan penyelamatan yang cepat di lapangan,” imbuhnya.

Berita Terkait

Kementerian PKP Lantik Dua Pejabat Baru, Maruarar Sirait Dorong Reformasi dan Integritas Organisasi
Dampingi Menko Polkam, Panglima TNI Serukan Jaga Kondusivitas Bangsa
Perkuat Interoperabilitas Tiga Matra, Panglima TNI dan Menhan Tinjaunya Latihan Terintegrasi TNI 2026
​’Kamu Punya Otak Enggak Sih?’: Kronologi Ucapan Hotman Paris ke Wartawan dan Penjelasannya
Kolaborasi Wayang Kulit Betawi-Jawa Meriahkan Gebyar Harmoni Budaya Jakarta Sambut HUT ke-499
Wamendagri Akhmad Wiyagus: Sinergi Lintas Daerah Kunci Pengendalian Karhutla Hadapi El Nino 2026–2027
Anggaran Mulai Mengalir, Satgas PRR Minta K/L dan Pemda Tancap Gas Pemulihan Permanen
Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Tunjukkan Kemajuan, Infrastruktur Permanen Jadi Prioritas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Kementerian PKP Lantik Dua Pejabat Baru, Maruarar Sirait Dorong Reformasi dan Integritas Organisasi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:35 WIB

Dampingi Menko Polkam, Panglima TNI Serukan Jaga Kondusivitas Bangsa

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:45 WIB

​’Kamu Punya Otak Enggak Sih?’: Kronologi Ucapan Hotman Paris ke Wartawan dan Penjelasannya

Senin, 6 Juli 2026 - 06:49 WIB

​Kepala BNN: Narkotika Dunia Sekarang Jenis Cair, Masuk Lewat Vape

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:01 WIB

Kolaborasi Wayang Kulit Betawi-Jawa Meriahkan Gebyar Harmoni Budaya Jakarta Sambut HUT ke-499

Berita Terbaru