Siber Raya Pos:

 

Bawa Dangdut ke Panggung Dunia, Fadli Zon Targetkan Pengakuan UNESCO pada 2027

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siberrayapos | JAKARTA – Musik dangdut bersiap melangkah ke panggung dunia. Kementerian Kebudayaan resmi meluncurkan kampanye Dangdut Goes to UNESCO untuk mendorong musik khas Indonesia itu diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia pada 2027.

Kampanye tersebut diluncurkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam malam puncak Panggung Berdaya, yang menutup rangkaian peringatan Hari Kebudayaan 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Fadli menegaskan, dangdut bukan sekadar genre musik populer, melainkan bagian dari kekayaan budaya yang tumbuh bersama masyarakat Indonesia. Meski menyerap pengaruh dari beragam tradisi musik, dangdut berkembang dengan karakter khas yang mewarnai perjalanan seni musik nasional.

“Musik dangdut merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang perlu kita jaga dan kembangkan. Kita ingin dangdut menjadi Warisan Budaya Takbenda dunia yang diakui oleh UNESCO,” ujar Fadli.

Ia menekankan, upaya tersebut membutuhkan dukungan musisi, komunitas, seniman, dan pegiat budaya agar dangdut terus diwariskan kepada generasi muda sekaligus semakin dikenal di tingkat internasional.

BUDAYA GO! 2026 Dorong Inovasi Berbasis Budaya

Selain menggaungkan dangdut ke dunia, Kementerian Kebudayaan juga meluncurkan BUDAYA GO! 2026, Kompetisi Inovasi Budaya Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan kebudayaan melalui kreativitas, inovasi, dan pengembangan produk berbasis budaya.

Mengusung tema “Kekuatan Budaya Indonesia” dan gagasan Inventing the Future from Indonesian Culture, kompetisi ini menghadirkan dua kategori, yakni Inovasi Digital untuk pengembangan produk dan solusi teknologi berbasis budaya, serta Inovasi Fisik/Purwarupa untuk penciptaan material, produk, atau karya fisik yang berakar pada kebudayaan Indonesia.

Kompetisi tersebut ditujukan bagi produk inovasi budaya yang telah dirilis dan dipasarkan selama kurang lebih enam bulan.

Informasi jadwal dan pendaftaran dapat diakses melalui laman budaya.go.id mulai 19 Oktober 2026.

Melalui dua inisiatif tersebut, Kementerian Kebudayaan mendorong kebudayaan Indonesia tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan agar memiliki daya saing dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Menutup sambutannya, Fadli kembali mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam pelestarian budaya nasional.

“Mari kita dukung musik dangdut menuju UNESCO dan rayakan kekuatan serta kekayaan budaya kita,” tuturnya.

Malam puncak Panggung Berdaya turut dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan, serta perwakilan pengelola TMII.(PY-Red)

Berita Terkait

Vino G. Bastian Hidupkan Kembali Sosok Buya Hamka, Hamka Awal Mula Vol. 3 Siap Menginspirasi Penonton
Cinta Laura Tampil Memukau di Victoria’s Secret Fashion Show 2026, Bawa Karya Desainer Indonesia ke Panggung Dunia
Misteri Hungry Ghost Festival: Ketika Gelak Tawa Imam Darto Berubah Jadi Teror Supranatural
Momen Paling Menyentuh Synchronize Fest 2026: Penghormatan Indro Warkop untuk Sahabat Seperjuangan
Tujuh Tahun PIC Jakarta, Members Ebiet G. Ade Jaga Persaudaraan Lewat Musik
Sentuh Hati Penonton Synchronize Fest 2026, Wali Minta Doa untuk Korban Karhutla hingga Palestina
Gebrakan Sinema Horor Indonesia melalui Teror Wabah Zombie Lokal
Aplikasi Iblis: Temui Arwah Kekasih yang Berujung Mimpi Buruk
Berita ini 2 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar akan tayang setelah disetujui oleh admin.