Siber Raya Pos:

 

Proyek Yayasan di Padarincang Diprotes karena Dituding Rusak Sungai dan Picu Banjir

Rabu, 2 September 2026 - 00:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serang, Siber Raya Pos – Rencana pembangunan kawasan yayasan pendidikan oleh Yayasan Cinta Diri Sejati di Desa Kadubeurem, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, menuai penolakan keras dari masyarakat dan tokoh daerah. Proyek tersebut diprotes karena diduga membelokkan aliran alami Sungai Cikalumpang serta menebang pohon di bantaran sungai tanpa kelengkapan izin resmi, yang dikhawatirkan dapat memicu banjir besar dan merusak ekosistem pertanian di wilayah hilir.


​Tokoh pendiri Provinsi Banten, KH Embay Mulya Syarief, secara tegas meminta agar seluruh aktivitas pembangunan di sekitar sungai tersebut dihentikan sementara. Penolakan ini disampaikan usai dirinya meninjau langsung lokasi dan mendapati adanya perubahan alur sungai serta penebangan pohon yang dinilai membahayakan pasokan air bagi ribuan hektare areal persawahan serta suplai air baku ke kawasan industri Cilegon.

Menurutnya, kelestarian air merupakan elemen krusial bagi kehidupan dan ketahanan pangan yang tidak boleh dikorbankan demi kepentingan pembangunan sepihak.
​Meski demikian, KH Embay menegaskan bahwa dirinya bersama masyarakat tidak anti terhadap investasi. Ia menyambut baik kehadiran investasi selama dilakukan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku serta memerhatikan kelestarian lingkungan agar tidak merugikan masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup dari sumber daya alam.


​Menanggapi gelombang protes tersebut, pihak pengembang melalui Juru Bicara Yayasan Cinta Diri Sejati, Eko Budianto, membantah bahwa proyek itu sengaja membelokkan aliran sungai secara ekstrem. Ia menjelaskan bahwa pengerjaan di tepi sungai awalnya bertujuan untuk membangun struktur penahan guna memecah debit air agar tidak menggerus tanggul irigasi yang sudah mulai terkikis.


​Pihak yayasan akhirnya memutuskan untuk menghentikan pengerjaan fisik sedimentasi buatan tersebut hingga batas waktu yang belum ditentukan. Selain mengakui bahwa izin teknis belum sepenuhnya tuntas, pihak yayasan menyatakan siap memulihkan bentang alam ke kondisi semula jika hasil evaluasi akhir merekomendasikan pembatalan proyek secara permanen.

Ferra

Berita Terkait

Blok M Menuju Model TOD Jakarta, Ruang Publik Diperluas Lima Kali Lipat
Tawur Agung Manca Wali Krama Ditutup, Menpar Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Kelestarian Alam
BKPSDM Kota Serang Bungkam soal Pemanggilan Kadinkes Ahmad Hasanuddin ke Polda Banten
Program Sekolah Lansia Citra Sundari Cilegon, Ridwan: Sehat, Aktif, Mandiri, dan Bahagia
Sat Samapta Polres Cilegon Gelar Simulasi Penanganan Aksi Huru Hara di Pt Pln Persero ULTG Gitet
Walikota Cilegon Robinsar Buka Acara Sosialisasi dan Serah Terima Sarana Pengumpulan Sampah Hulu ISWMP
R. Nuzulima Ilmiaty Ismail (Kasubdit bidang sanitasi) : Kota Cilegon Terima Bantuan Sarana Pengangkutan untuk Wujudkan Lingkungan Bersih
Langkah Nyata Menuju Indonesia Bersih: Plt. Kepala Balai BPBPK Banten Luciana Angelin Narua Serahkan Sarana Pengumpulan Sampah ISWMP ke Pemkot Cilegon
Berita ini 4 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar akan tayang setelah disetujui oleh admin.