Banten, Siber Raya Pos – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara resmi membuka Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional 2026 di Provinsi Banten, Selasa (1/9/2026). Kegiatan strategis tersebut dipusatkan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Jalan Raya Pandeglang, Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.
Dalam kunjungan kerjanya, Airlangga hadir didampingi oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli beserta jajaran kementerian, Gubernur Banten Andra Soni, serta para kepala daerah dari kabupaten dan kota se-Provinsi Banten. Kehadiran para pejabat tinggi ini menegaskan komitmen kuat pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia secara merata.
Usai membuka acara secara resmi, Airlangga bersama rombongan langsung meninjau sejumlah fasilitas dan melihat dari dekat proses pembelajaran yang tengah berlangsung di lingkungan BBPVP Serang. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan materi dan fasilitas keterampilan yang diberikan kepada para peserta benar-benar relevan dengan dinamika serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri saat ini.
Program Pelatihan Vokasi Nasional dirancang sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan atau pelatihan dengan dunia kerja. Pemerintah secara konsisten mengedepankan konsep link and match agar para peserta tidak sekadar menguasai keterampilan dasar, melainkan memiliki kompetensi spesifik yang siap dipakai oleh pasar kerja modern.
Airlangga menegaskan bahwa sinergi yang erat antara lembaga pelatihan dan sektor industri menjadi kunci utama agar lulusan vokasi memiliki daya saing tinggi dan tingkat penyerapan kerja yang optimal. Program ini mengedepankan keterkaitan erat dengan dunia usaha dan industri sehingga lulusannya dapat langsung memenuhi tuntutan serta kebutuhan nyata di lapangan.
Secara nasional, pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional sepanjang 2026 ini menargetkan mampu menjangkau sekitar 70 ribu peserta. Program tersebut disalurkan melalui berbagai unit pelaksana teknis balai pelatihan vokasi dan produktivitas serta satuan pelayanan Kementerian Ketenagakerjaan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Provinsi Banten sendiri menjadikan BBPVP Serang sebagai garda terdepan dalam menyukseskan program tersebut. Berbagai bidang keahlian disiapkan secara matang, mulai dari teknik las, teknik listrik, manufaktur, teknologi informasi dan komunikasi, hingga bidang garmen. Kurikulum yang diajarkan juga dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan spesifik industri lokal maupun nasional, seperti pengoperasian mesin CNC, instalasi listrik, teknologi pembangkit listrik tenaga surya, hingga keterampilan aplikasi perkantoran tingkat lanjut.
Sepanjang tahun 2026 ini, BBPVP Serang mematok target untuk melatih sebanyak 4.800 orang. Dari angka tersebut, sekitar 2.700 peserta akan digembleng langsung di fasilitas BBPVP Serang, sementara sisanya dialokasikan melalui jaringan balai latihan kerja di bawah naungan pemerintah daerah setempat.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap para peserta, pemerintah memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan tanpa memungut biaya. Peserta mendapatkan fasilitas pelatihan gratis, subsidi makan siang, bantuan transportasi, perlindungan jaminan sosial berupa Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan, hingga pemberian sertifikat pelatihan serta sertifikat kompetensi resmi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Melalui akselerasi program vokasi ini, pemerintah optimis kualitas tenaga kerja Indonesia dapat meningkat secara signifikan. Khusus di wilayah Banten, keberadaan BBPVP Serang diharapkan mampu bertransformasi menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak kualitas tenaga kerja lokal sekaligus memperkokoh kolaborasi strategis antara lembaga pelatihan, dunia pendidikan, dan sektor industri.










