(Intisari berita ini diambil dari situs resmi Universitas Banten Jaya/UNBAJA)
YOGYAKARTA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Universitas Banten Jaya (UNBAJA). Dosen Program Studi Teknik Sipil, Ir. Hj. Euis Amalia, S.P., S.Pd.I., M.I.L., berhasil mengharumkan nama kampus dengan memboyong tiga penghargaan sekaligus pada ajang International Competition of Academic and Innovation (ICAI) 2026 di Yogyakarta, 17–19 Juli 2026.
Selain aktif mengajar dan meneliti di kampus, Ir. Hj. Euis Amalia juga berperan aktif sebagai mitra pendamping Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna) Lebak Denok. Kemitraan strategis antara UNBAJA, Euis Amalia, dan Posyantek Lebak Denok ini berfokus pada pendampingan riset terapan, penerapan inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG), serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Pada kompetisi internasional tersebut, Euis Amalia sukses meraih Juara I Kategori Innovation Competition melalui karya inovasinya yang berjudul “Utilization of Meranti Wood Sawdust Waste as an Additive in Normal Concrete”.
Penelitian ini mengangkat pemanfaatan limbah serbuk gergaji kayu meranti sebagai bahan tambah (additive) pada beton normal. Solusi ini diharapkan dapat menjadi alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan, sekaligus memberikan nilai tambah terhadap pengelolaan limbah hasil industri pengolahan kayu.
Tak hanya unggul di bidang sains dan inovasi, Euis Amalia juga membuktikan keluwesan talentanya dengan menyabet dua penghargaan lain, yaitu:
Juara II Kategori Penulisan Puisi
Juara II Kategori Penulisan Buku
Raihan tiga penghargaan dalam satu ajang internasional ini menegaskan bahwa akademisi UNBAJA tidak hanya unggul dalam kompetensi riset dan teknologi, tetapi juga memiliki kedalaman potensi di bidang literasi dan karya ilmiah.
Perwujudan Kerja Sama Internasional dan Kemitraan Strategis
Ajang ICAI 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan 6th Anniversary Koldelen CEL (Connecting Lecturers) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kolaborasi Dosen Lintas Negara. Organisasi ini menjadi wadah kolaborasi akademik global yang berfokus pada penguatan jejaring dosen antarnegara melalui riset kolaboratif, publikasi ilmiah, inovasi, pengabdian masyarakat, serta pengembangan profesional. Kegiatan tahunan ini diikuti oleh ratusan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun mancanegara, seperti Malaysia, Inggris, Burundi, dan negara lainnya.
Keikutsertaan UNBAJA pada forum internasional ini merupakan implementasi nyata dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah terjalin dengan Koldelen CEL sejak tahun 2023. Partisipasi aktif ini terus diwujudkan guna memperluas jaringan kerja sama, meningkatkan kapasitas dosen, serta memperkuat budaya riset dan inovasi yang berdampak langsung bagi mitra kemasyarakatan seperti Posyantek Lebak Denok.
Sinergi dan Dukungan Sivitas Akademika
Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penuh jajaran pimpinan Universitas Banten Jaya dalam memfasilitasi pengembangan kompetensi dosen sebagai bagian dari perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat).
Sinergi kuat terjalin antara pimpinan Universitas, Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Sipil, hingga Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM):
1. Fakultas Teknik: Di bawah kepemimpinan Anis Masyruroh, penguatan budaya akademik terus dipacu dengan mendorong para dosen menghasilkan riset berkualitas, berpartisipasi pada ajang inovasi, serta membangun kolaborasi lintas institusi.
2. LPPM UNBAJA: Di bawah arahan Alamsyah Basri, LPPM secara konsisten memperkuat kapasitas dosen melalui pengembangan penelitian, publikasi ilmiah, dan program pengabdian masyarakat berbasis kemitraan.
Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat: Dikoordinasikan oleh Telly Rosdiyani, unit ini aktif memfasilitasi berbagai program riset serta memperluas kolaborasi mitra strategis baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
3. Prodi Teknik Sipil: Di bawah koordinasi Ketua Program Studi, Nila Prasetyo Artiwi, prodi berkomitmen penuh mencetak riset yang aplikatif, inovatif, dan relevan dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
Prestasi yang diraih Ir. Hj. Euis Amalia menjadi kebanggaan sekaligus pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika UNBAJA dan mitra kerja seperti Posyantek Lebak Denok untuk terus berkarya. Pencapaian ini membuktikan bahwa komitmen UNBAJA dalam membangun jejaring internasional, pengabdian masyarakat, dan iklim riset yang kondusif telah membuahkan hasil nyata dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat global. (TR)








