Siber Raya Pos:

 

7Dunia Bikin Heboh di Diskusi Film Horor Indonesia, Bocah Difabel Rebut Mic Lalu Azan

Minggu, 20 September 2026 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siberrayapos | JAKARTA – Grup musik 7Dunia sukses mencuri perhatian saat tampil dalam acara Diskusi Film Horor Indonesia Edisi IX yang digelar di J Town, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Tak hanya lewat penampilan musik, suasana acara mendadak menjadi perhatian ketika seorang bocah difabel naik ke atas panggung dan merebut mikrofon vokalis 7Dunia.

7Dunia yang digawangi Andi sebagai vokalis dan Rudi sebagai drummer tampil membuka acara dengan membawakan tiga lagu. Di antaranya Seandainya Engkau Tahu dan Cinta Tak Terganti.

Penampilan tersebut awalnya berlangsung seperti showcase musik pada umumnya. Namun, saat lagu kedua dinyanyikan, tiba-tiba seorang bocah lelaki difabel berlari ke atas panggung dan mengambil mikrofon yang digunakan Andi.

Alih-alih menghentikan penampilan, Andi justru mengajak bocah tersebut bernyanyi bersama. Momen spontan itu sontak membuat suasana acara semakin hidup.

“Sempat kaget juga. Tapi saya sudah terbiasa menghadapi suasana seperti ini. Saya langsung saja ajak nyanyi bareng. Saya sangat mengapresiasi bocah tersebut karena bisa menghidupkan suasana,” ujar Andi.

Menurut Andi, kejadian tersebut merupakan pengalaman yang tidak biasa selama dirinya tampil di atas panggung sejak mulai manggung pada 2010.

Ia menilai aksi spontan bocah tersebut bisa menjadi bentuk apresiasi terhadap penampilan 7Dunia sekaligus terhadap acara Diskusi Film Horor Indonesia yang digagas panitia.

Bocah Difabel Naik Panggung dan Lantunkan Azan

Peristiwa tersebut semakin menarik perhatian ketika bocah itu kemudian melantunkan suara azan setelah berada di atas panggung. Momen spontan tersebut menjadi salah satu kejadian yang paling menarik perhatian dalam Diskusi Film Horor Indonesia Edisi IX.

Ketua panitia, Mail, mengatakan acara diskusi kali ini memang menghadirkan suasana yang berbeda. Selain menghadirkan pembahasan mengenai film horor Indonesia, panitia juga menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan perfilman dan pengamat film.

“Diskusi edisi ke IX ini kami selaku panitia menghadirkan Budi Sumarno selaku praktisi perfilman, Hasto Broto selaku sutradara, dan Didang Prajasasmita selaku pengamat film. Pastinya event kali ini sangat seru, ditambah ada peristiwa bocah difabel yang naik panggung dan merebut mic kemudian melantunkan suara azan,” kata Mail.

7Dunia dan Perjalanan Musik hingga Malaysia

Di sisi lain, 7Dunia bukan nama baru dalam perjalanan musik Tanah Air. Grup musik asal Jakarta ini tercatat sebagai salah satu pendatang baru pada 2019 yang berhasil menembus label musik internasional Life Records Malaysia.

Single perdana 7Dunia saat itu mendapat kontrak dari label tersebut dan membuka peluang bagi mereka untuk menjalani promosi di Malaysia.

Namun, rencana tersebut harus terhenti setelah pandemi Covid-19 melanda dunia dan berbagai pembatasan diberlakukan.

Menurut Rudi, kondisi tersebut membuat 7Dunia memilih kembali ke studio rekaman untuk mengembangkan sejumlah materi musik yang sebelumnya masih berupa demo.

“Sejak diputuskan lockdown saat itu, 7Dunia kembali ke studio rekaman untuk memperbanyak katalog lagu yang masih demo menjadi master rekaman,” ungkap Rudi.

Single 7Dunia Raih Puluhan Ribu Streams

Rudi yang merupakan drummer otodidak itu menambahkan, dua lagu yang dibawakan dalam showcase Diskusi Film Horor Indonesia Edisi IX memiliki arti penting bagi perjalanan 7Dunia.

Single Seandainya Engkau Tahu yang dirilis pada Februari 2026 disebut mendapat respons positif dari pendengar. Dalam waktu sekitar satu bulan, lagu tersebut diklaim telah mencapai lebih dari 125 ribu views di YouTube dan sekitar 18 ribu streams di Spotify.

Sementara itu, Cinta Tak Terganti menjadi single terbaru yang diharapkan dapat memperpanjang perjalanan 7Dunia di industri musik Indonesia.

Kehadiran 7Dunia dalam acara tersebut sekaligus memberikan warna tersendiri bagi Diskusi Film Horor Indonesia Edisi IX yang mengangkat tema “Sinkretisme dan Fenomena Film Horor Indonesia” .

Selain dihadiri wartawan dan pekerja media, diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas perkembangan serta fenomena film horor Indonesia.

Penampilan 7Dunia dan aksi spontan seorang bocah difabel yang naik ke panggung hingga melantunkan azan pun menjadi salah satu momen yang membuat acara tersebut semakin berkesan.(Dbyd)

Redaksi

Berita Terkait

Dari Luka Menuju Kekuatan, Beautiful Pain Ungkap Final Poster Terbaru
Rano Karno Belajar dari Busan, Dorong Jakarta Jadi Kota Film
Empat Aktor Hadapi Teror Paranoia di Film Hasut, Misteri Mengintai di Tengah Hutan
Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026, Kisah Kucing Terlantar Curi Perhatian
Desember Jani Wakili Indonesia di Asian Future Tokyo International Film Festival 2026
Setelah 20 Tahun Dipenjara, Pertiwi Kembali dengan Luka dan Misteri Bromo
Poster Sempat Bikin Drama, GJLS: Berapi-Api Malah Bikin Damkar Turun Tangan
Musik Diputar, Hak Pencipta Jangan Diabaikan: DJKI Dorong Pelaku Usaha Taat Royalti
Berita ini 5 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar akan tayang setelah disetujui oleh admin.