Kehadiran Wakil Ketua I DPRD Kota Cilegon H. Sokhidin, SH yang diwawancarai TVRI dan BeritaSatu di pembelajaran kampoeng programming Minggu, 26 Juli 2026 menegaskan bahwa Kampoeng Programming Posyantek Harapan Lebak Denok bukan lagi sekadar tempat belajar, melainkan telah menjelma menjadi episentrum lahirnya kolaborasi pendidikan, industri, dan masyarakat. Tonggak perjalanan itu diawali oleh Politeknik Industri Petrokimia Banten (PIPB) yang membuka jalan melalui pelatihan teknologi informasi (IT), kemudian diperkuat Maya, karyawan POSCO, mahasiswi POLGRI, sekaligus dosen LP3I, yang mengampu Korea Class. Sinergi terus meluas saat Universitas Al-Khairiyah (Unival) mengirimkan pengajar web Arief, Bayu, dan Arya, disusul Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) lewat Adelyne sebagai pengajar English Class, serta Ibu Dini dari kalangan profesional yang mengasuh German Class. Kolaborasi lintas kampus, industri, dan praktisi ini menjadi bukti bahwa Kampoeng Programming telah tumbuh sebagai ikon pendidikan vokasi berbasis kolaborasi yang sukses menarik perhatian media nasional dan menjadi harapan baru dalam mencetak generasi Cilegon yang unggul, berdaya saing global, dan siap memasuki dunia industri.
CILEGON, Siber Raya Pos – Wakil Ketua I DPRD Kota Cilegon H. Sokhidin, SH memberikan apresiasi tinggi terhadap keberadaan Kampoeng Programming Posyantek Harapan Kelurahan Lebak Denok yang dinilainya telah menjadi wadah nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) menghadapi kebutuhan industri di Kota Cilegon.
Hal tersebut disampaikan Sokhidin saat mengunjungi Kampoeng Programming, Minggu (26/7/2026), sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta pelatihan bahasa asing. Dalam kesempatan itu ia juga diwawancarai oleh TVRI dan BeritaSatu.
Menurut Sokhidin, gagasan Kampoeng Programming berawal dari keinginan agar masyarakat Cilegon memiliki kemampuan IT dan berbahasa asing, terutama Bahasa Korea, sehingga mempunyai peluang lebih besar untuk bekerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kota Cilegon.
“Tujuan kami sederhana, bagaimana masyarakat Cilegon mempunyai akses yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan di industri yang ada di Cilegon. Sekarang pesertanya sudah bukan hanya dari Lebak Denok, tetapi hampir dari seluruh Kota Cilegon,” ujar Sokhidin.

Ia mengungkapkan, seluruh program pelatihan diberikan secara gratis kepada masyarakat. Meski belum mendapat dukungan anggaran dari pemerintah, kegiatan tetap berjalan berkat semangat gotong royong dan kolaborasi berbagai pihak.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah kelas Bahasa Korea yang sebelumnya juga pernah menghadirkan pengajar asli Korea, Mr. Kim Chang Su. Menurutnya, kemampuan berbahasa asing menjadi nilai tambah bagi pencari kerja ketika berhadapan langsung dengan perusahaan asing.
“Kalau pelamar bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Korea, tentu itu menjadi pertimbangan tersendiri dibandingkan yang tidak bisa. Inilah salah satu upaya membantu mengentaskan pengangguran,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong generasi muda untuk menguasai lebih dari satu bahasa asing. Menurutnya, kebutuhan industri di Cilegon saat ini didominasi perusahaan asal Korea dan Tiongkok, sehingga kemampuan berbahasa asing akan menjadi modal penting untuk bersaing di dunia kerja.
Selain pelatihan bahasa, Kampoeng Programming juga mengembangkan kelas robotik, pembuatan website, serta teknologi digital lainnya. Sokhidin mengaku sejak awal mendukung berdirinya program tersebut dan berharap semakin banyak pihak ikut memberikan dukungan.
“Yang dilakukan di sini sudah nyata. Ada pelatihan bahasa, robotik, sampai web programming. Tinggal bagaimana pemerintah dan stakeholder melihat hasil yang sudah dikerjakan, kemudian memberikan dukungan agar program ini semakin berkembang,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas bantuan 10 unit laptop dari anggota DPR RI, Annisa Mahesa yang dimanfaatkan sebagai sarana belajar peserta. Menurutnya, fasilitas tersebut semakin memperkuat pengembangan kemampuan digital generasi muda Cilegon.
Tak hanya itu, Sokhidin menyampaikan kabar membanggakan. Sebanyak 10 peserta lulusan pelatihan Bahasa Korea dari Kampoeng Programming berhasil lolos seleksi program pelatihan lanjutan Bahasa Korea di lembaga terkait (Disnaker-POSCO).
“Ini bukti nyata bahwa program ini menghasilkan. Semua peserta yang mengikuti seleksi dinyatakan lulus. Artinya hasilnya ada, tinggal sentuhan dari pemerintah dan dukungan stakeholder agar manfaatnya semakin luas,” ungkapnya.
Ia berharap Kampoeng Programming dapat terus berkembang menjadi pusat pengembangan talenta digital dan bahasa asing di Kota Cilegon, sehingga mampu mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan industri sekaligus mengurangi angka pengangguran melalui peningkatan kompetensi masyarakat.








