CILEGON, Siberraya Post – Putusan PTUN Jakarta yang menolak gugatan terhadap SK Kementerian Hukum terkait kepengurusan PPP dinilai mempertegas legitimasi Mardiono sebagai Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) periode 2025–2030.
Dalam partai politik, ketika posisi seorang ketua umum semakin kuat secara hukum dan organisasi, kader serta pengurus daerah biasanya akan lebih aktif membangun komunikasi dengan lingkaran kepemimpinan pusat, termasuk tokoh-tokoh yang dianggap memiliki pengaruh di sekitar ketua umum, salah satunya adalah Tohir AS dengan Fajar Hadi Prabowo putra dari Mardiono ketua umum PPP terlihat akrab.
Kedekatan antara Wakil Wali Kota Cilegon dan Ketua DPC PPP Kota Cilegon menjadi perhatian saat kegiatan tasyakuran Tohir AS atas ditetapkannya sebagai ketua DPC PPP Kota Cilegon, Keduanya terlihat akrab berinteraksi selama rangkaian acara berlangsung.
Dalam pertemuan tersebut, Fajar Hadi Prabowo Wakil Wali Kota Cilegon dan Ketua DPC PPP Kota Cilegon terlihat beberapa kali berbincang dan mendampingi sejumlah agenda acara Kota Cilegon Kehadiran keduanya menjadi sorotan publik, Kamis (24/6/2026).
Untuk saat ini kita pengurus DPC PPP Kota Cilegon masih menunggu arahan perintah dari ketua umum DPP PPP, sambil menunggu perintah dari pusat, kita DPC fokus konsolidasi sampai tingkat ranting,” ujar Tohir AS Ketua DPC PPP Kota Cilegon kepada media.
“Kalau berbicara Kedekatan saya dari dulu sudah dekat dengan mas Fajar Hadi Prabowo, kebetulan hari beliau diundang acara tasyakuran aqiqah cucu saya, jadi kita ngobrol santai sambil makan siang,” pungkasnya.








