Siber Raya Pos, Cilegon — Aspirasi dan kreativitas ribuan pelajar di wilayah Lebak Denok kini tak lagi terkurung di papan mading kayu yang rapuh dan gampang sobek!
Menginjak tahun 2026, gebrakan besar-besaran resmi diluncurkan demi memamerkan bakat dan karya emas anak-anak sekolah agar bisa ditonton serta dinikmati seluruh masyarakat hingga pelosok Nusantara.
Melalui gelaran sosialisasi intensif yang digelar di Aula Kelurahan Lebak Denok pada Selasa (28/7) pagi, jajaran pendidik mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-wilayah Lebak Denok mendadak dirapatkan. Aksi mengumpulkan para pahlawan tanpa tanda jasa ini dilakukan untuk memperkenalkan sebuah wadah pemersatu karya bernama Menara Juare (Media Anak Nusantara).
Terobosannya tak main-main. Menara Juare hadir menyulap majalah dinding konvensional yang kapasitasnya amat terbatas menjadi sebuah Laboratorium Karya Digital yang dahsyat. Jika dulu tulisan dan gambar anak-anak hanya bisa dilihat oleh teman sekelas dan terancam lapuk dimakan waktu, kini lewat platform Mading Online interaktif tersebut, seluruh karya mulai dari cerpen, komik gambar (cergam), cerita bersambung, hingga video prestasi pelajar dapat diakses bebas oleh masyarakat luas kapan saja.
Gebrakan yang dimotori oleh Posyantek Lebak Denok bersama aparatur kelurahan ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan tempatan. Platform berbasis website ini dirancang sangat ramah pengguna tanpa membebani memori telepon genggam, sekaligus melatih anak-anak untuk bangkit menjadi pencipta konten yang aktif, percaya diri, dan bangga atas pengakuan publik terhadap karya mereka.
Langkah spektakuler dari Kelurahan Lebak Denok ini juga didukung penuh oleh jajaran dinas terkait serta menggandeng jaringan media nasional. Tak hanya menyasar Cilegon dan Banten, sistem Mading Online Menara Juare yang mengusung konsep kolaborasi pentahelix tersebut diproyeksikan bakal dikembangkan sistemnya ke berbagai sekolah di seluruh penjuru Tanah Air.








