CILEGON – Sebuah gebrakan revolusioner lahir dari sinergi akademik global dan lokal yang melibatkan Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), dan Purdue University Amerika Serikat, yang berhasil menggandeng Posyantek Lebak Denok dalam proyek penyelamatan lingkungan.
Siapa sangka, limbah elektronik berbahaya berupa papan Printed Circuit Board (PCB) yang selama ini menjadi momok bagi kelestarian tanah kini berhasil diekstraksi dan dimurnikan menjadi cairan coating (pelapis) logam berkualitas tinggi. Melalui proyek ini, inovasi sains tersebut langsung dikolaborasikan dengan Kang Amri, pengrajin legendaris Kota Cilegon sekaligus pemilik “Craftridi”, yang dikenal piawai melahirkan karya-karya seni etnik bernilai estetika tinggi. Di tangan dingin Kang Amri dan para pemuda binaan Posyantek, material hasil daur ulang tersebut disulap menjadi lapisan pelindung berkilau mewah untuk berbagai produk kriya khas, mulai dari miniatur landmark, plakat industri hingga aksen dekoratif pada hulu Golok Cilegon yang legendaris.

Langkah brilian ini tidak hanya sukses mereduksi potensi polusi logam berat di kawasan industri Banten, tetapi juga membuka keran ekonomi kreatif baru yang berbasis pada konsep green economy dan kemandirian teknologi masyarakat. Sentuhan magis dari Craftridi yang memadukan unsur budaya lokal dengan teknologi sirkular ini kini siap meluncur menjadi ikon baru Kota Cilegon, membuktikan kepada dunia bahwa limbah industri di tangan seniman dan akademis yang tepat dapat naik kelas menjadi karya seni bernilai jual tinggi.








