CILEGON – Gelaran Ikhtifalan yang konsisten diadakan setiap tahun oleh TKIT Nurul Huda Grand Sutra Cilegon (GSC) mendapat dukungan penuh dari pihak penasehat yayasan dan perangkat lingkungan setempat. Dalam sambutannya, Penasehat Yayasan Nurul Huda sekaligus Ketua RW 06, Bapak Nanang Gunawan, ST, menegaskan bahwa pentas seni Ikhtifalan bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah bentuk apresiasi, uji materi, dan uji prestasi bagi anak-anak.
”Ikhtifalan adalah apresiasi uji materi ataupun apresiasi prestasi yang setiap tahun diadakan oleh TKIT Nurul Huda. Sebagai Ketua RW 06, saya mendukung penuh karena ini adalah wadah melatih pendidikan anak-anak kita,” tutur Bapak Nanang Gunawan, ST.
Secara mendalam, beliau memaparkan bahwa sebuah Ikhtifalan yang ideal memiliki 5 kriteria atau fungsi utama bagi tumbuh kembang anak dan perkembangan lembaga sekolah:
1. Kemampuan (Kognitif & Hafalan)
Fungsi pertama adalah mengukur sejauh mana kemampuan murid dalam menyerap pelajaran. Melalui Ikhtifalan, anak-anak diusahakan mampu untuk menghafal materi yang diberikan, mulai dari menghafal lagu untuk bernyanyi, surat-surat pendek, surat panjang, hingga hafalan doa lainnya yang menjadi capaian utama pendidikan di TKIT Nurul Huda.
2. Mental dan Keberanian
Bapak Nanang menyoroti dinamika mental anak yang sering kali aktif dan lancar berbicara saat di rumah, namun mendadak menangis atau enggan tampil begitu naik ke atas podium. Di sinilah Ikhtifalan mengambil peran penting untuk membentuk mental berani tampil di depan publik. Beliau mengingatkan bahwa membangun mental ini merupakan tugas bersama antara guru dan wali murid.
3. Apresiasi Prestasi
Ikhtifalan menjadi momentum yang tepat untuk memberikan penghargaan atas kerja keras siswa selama belajar. Untuk anak-anak yang menunjukkan kelancaran dan performa yang bagus, pihak sekolah memberikan apresiasi berupa penghargaan atau piagam sebagai bentuk stimulasi positif agar anak semakin bersemangat.
4. Silaturahmi antar Wali Murid dan Sekolah
Fungsi keempat yang tidak kalah krusial adalah sebagai wadah silaturahmi. Bapak Nanang sempat menyentil kebiasaan sebagian orang tua yang hanya mengantar anak sampai depan gerbang lalu langsung pergi, sehingga tidak mengenal lingkungan sekolah dengan baik. Melalui acara seperti ini, wali murid dapat saling mengenal, serta mengetahui secara langsung siapa kepala sekolah dan guru-guru yang mendidik anak mereka.
5. Pengembangan Lembaga
Terakhir, Ikhtifalan berfungsi sebagai indikator evaluasi bagi lembaga pendidikan TKIT Nurul Huda dan pihak yayasan. Acara ini menjadi ruang masukan bagi wali murid untuk melihat potensi apa yang sudah baik dan bagian mana yang masih kurang, guna mendukung kemajuan sekolah ke depannya secara kolektif.
Melalui kelima poin tersebut, Bapak Nanang berharap sinergi antara pihak yayasan, guru, lingkungan RW 06, dan wali murid dapat terus terjaga demi melahirkan generasi yang berprestasi dan berkarakter kuat.








