Jakarta, — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Asistensi Media Nasional (AsMEN), Nurkholis, memperkenalkan gerakan Asmen Peduli Bangsa sebagai inisiatif yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi nasional serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan Indonesia.
Gagasan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan “Lestari Bhinneka Tunggal Ika Menyongsong Lima Abad Kota Jakarta” yang mengangkat tema “Satu Rasa Jaga Jakarta” di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Kamis (18/6).
Dalam paparannya, Nurkholis menyoroti tantangan fiskal yang dihadapi negara, termasuk kewajiban pembayaran utang yang menurutnya dapat mengurangi ruang fiskal pemerintah untuk membiayai berbagai program pembangunan. Ia berpendapat, semakin besar kapasitas anggaran yang tersedia, semakin besar pula peluang pemerintah untuk memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ketika suatu pihak memiliki beban utang yang besar, fokusnya sering kali tersita untuk memenuhi kewajiban tersebut. Karena itu, kami memiliki gagasan bagaimana Indonesia dapat semakin mandiri dan terbebas dari berbagai beban yang menghambat percepatan pembangunan,” kata Nurkholis.
Melalui gerakan Asmen Peduli Bangsa, ia mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota organisasi untuk memulai kontribusi nyata dari lingkungan terdekat. Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian kolektif perlu terus ditumbuhkan sebagai fondasi dalam membangun kekuatan ekonomi nasional.
Ia menekankan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar, melainkan dapat diawali dari komitmen sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh setiap individu.
“Yang terpenting adalah kemauan untuk memulai. Jangan selalu menunggu pihak lain bergerak terlebih dahulu. Jika setiap orang berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing, dampaknya akan menjadi besar,” ujarnya.
Nurkholis mengakui bahwa mewujudkan cita-cita tersebut bukan pekerjaan yang mudah. Namun, ia meyakini berbagai pencapaian besar dalam sejarah bangsa juga berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan tekad dan konsistensi.
Sebagai ilustrasi, ia menyinggung sejarah awal berdirinya Kerajaan Majapahit yang berawal dari pembukaan Hutan Tarik. Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa sebuah perubahan besar dapat lahir dari upaya yang tampak sederhana pada awalnya.
Dalam kesempatan yang sama, Nurkholis juga mengajak insan media dan komunitas jurnalis untuk turut berperan dalam menghadirkan ruang publik yang konstruktif. Ia berharap media tidak hanya menjadi sarana penyampaian kritik terhadap berbagai persoalan, tetapi juga aktif mengangkat gagasan dan solusi yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung kemajuan bangsa.








