CILEGON – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cilegon memberikan apresiasi tinggi kepada sekolah Madani atas kontribusi besarnya dalam mendongkrak mutu pendidikan di Kota Baja. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Dra. Hj. Heni Anita Susila, M.Pd., dalam acara Pelepasan Siswa-Siswi SD Madani, SD El-Fatih, dan SMP Madani yang digelar di Convention Hall The Royal Krakatau, Minggu (14/6/2026).
Dalam sambutannya, Heni Anita Susila memuji rekam jejak prestasi yang ditorehkan oleh lembaga pendidikan Madani. Menurutnya, Madani merupakan salah satu sekolah yang paling produktif dalam menyumbang medali emas di berbagai ajang kompetisi, baik di bidang akademik maupun non-akademik di tingkat kota.
”Madani ini luar biasa, telah membuktikan diri sebagai lembaga yang sangat berprestasi di Kota Cilegon dengan rajin menyumbang emas. Bahkan, pembuktian itu semakin nyata dengan keberhasilan Madani keluar sebagai Juara Umum di tingkat Kecamatan Citangkil,” ujar Heni di hadapan ratusan wali murid dan wisudawan.
Pencapaian ini, lanjut Heni, bukan hasil instan melainkan buah dari sinergi yang kuat antara dedikasi para guru, motivasi tinggi siswa, serta dukungan penuh dari komite sekolah dan orang tua.
Warning Keras: Waspadai Narkoba dan Kekerasan Seksual
Di balik kemeriahan dan rasa bangga atas kelulusan para siswa, Kadisdik Cilegon juga memanfaatkan momentum ini untuk memberikan peringatan keras (warning) kepada para orang tua dan tenaga pendidik. Ia menyoroti dua ancaman besar yang saat ini mengintai masa depan generasi muda, yaitu peredaran narkoba dan kekerasan seksual pada anak.
Secara khusus, Heni meminta para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah lengah. Ia membeberkan fakta memprihatinkan bahwa ancaman terhadap anak-anak justru sering kali datang dari lingkungan terdekat.
”Kita harus berani membuka mata terhadap realita yang ada. Banyak kasus kekerasan seksual pada anak yang terjadi saat ini, pelakunya bukan orang asing yang jauh, melainkan datang dari orang-orang terdekat di sekitar mereka. Ini adalah lampu kuning bagi kita semua,” tegas Heni Anita Susila.
Disdik Cilegon mengajak seluruh elemen sekolah dan keluarga untuk memperkuat benteng moral anak melalui pendidikan agama, serta membangun komunikasi yang terbuka. Orang tua diminta aktif mengajarkan edukasi seksual sejak dini seperti batasan bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain serta menanamkan keberanian pada anak untuk melapor jika mengalami tindakan yang mencurigakan.
Komitmen Melahirkan Generasi Emas yang Aman
Pihak dinas berharap, para lulusan tahun 2026 ini dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan tetap membawa karakter unggul, berakhlak mulia, dan berprestasi yang selama ini telah dibentuk di sekolah.
”Pendidikan yang berhasil tidak hanya mencetak anak yang pintar secara intelektual, tetapi yang paling utama adalah mampu memastikan anak-anak kita selamat secara fisik, mental, dan moral untuk memimpin masa depan Cilegon,” tutup Heni. (Red)








