Siber Raya Pos:

 

Surat Santri untuk Presiden: Menyuarakan Gagasan dari Pesantren untuk Indonesia

Senin, 28 September 2026 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siberrayapos | JAKARTA – Ada banyak cara menyampaikan harapan untuk masa depan Indonesia. Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) memilih cara yang sederhana sekaligus sarat makna: mengajak para santri menulis surat langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

Melalui Sayembara “Surat Santri untuk Presiden”, para santri mendapat ruang untuk menuangkan gagasan, keresahan, harapan, hingga pandangan mereka mengenai masa depan bangsa. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026.

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan, sayembara tersebut bukan sekadar kompetisi menulis. Menurut dia, kegiatan itu menjadi ruang bagi santri untuk menyampaikan suara mereka mengenai berbagai persoalan bangsa.

“Santri tidak hanya menjadi bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga memiliki gagasan tentang Indonesia ke depan. Melalui surat ini, kami ingin memberikan ruang kepada santri untuk menyampaikan suara, harapan, dan gagasannya secara langsung kepada Presiden,” ujar Basnang Said di Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Basnang menilai tradisi menulis memiliki tempat penting dalam kehidupan pesantren. Karena itu, budaya tersebut perlu terus dikembangkan agar santri terbiasa mengolah pemikiran sekaligus menyampaikannya secara tertulis.

“Kami ingin melihat bagaimana santri membaca zaman, melihat persoalan bangsa, sekaligus menawarkan harapan dan gagasan dari perspektif mereka,” katanya.

Tiga Tema untuk Suara Santri

Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning, Yusi Damayanti, menjelaskan peserta dapat memilih salah satu dari tiga tema yang telah disiapkan.

Ketiga tema tersebut adalah Aspirasi tentang Pendidikan, Kepedulian terhadap Lingkungan, serta Harapan untuk Kesejahteraan Rakyat.

Peserta wajib menulis surat secara manual dengan tangan menggunakan pulpen berwarna hitam atau biru. Panjang tulisan maksimal 700 kata atau dua halaman kertas A4.

Setelah selesai, surat dipindai dan dikirim dalam format PDF. Karya yang dikirim harus merupakan karya asli peserta, bukan hasil plagiasi, serta belum pernah menjadi juara dalam kompetisi lain.

“Pengiriman karya dilakukan secara daring melalui email, harisantri2026@kemenag.go.id pada 25 September sampai 2 Oktober 2026,” jelas Yusi.

Peserta juga diminta melengkapi data diri, identitas pesantren, nomor WhatsApp peserta dan/atau guru atau pembina santri, pilihan tema, naskah surat dalam format PDF, serta pernyataan keaslian karya.

Surat yang Bisa Sampai ke Istana

Yang menarik, sayembara ini tidak berhenti pada aktivitas menulis di lingkungan pesantren. Para pemenang akan mendapatkan kesempatan hadir dalam “Malam Bhakti Santri untuk Negeri”, yang menjadi malam puncak peringatan Hari Santri 2026.

Acara tersebut dijadwalkan mengundang Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Dengan demikian, surat yang awalnya ditulis dengan tinta hitam atau biru di atas selembar kertas berpotensi menjadi jembatan komunikasi antara santri dan pemimpin negara.

Di balik kompetisi itu, Kemenag ingin menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya melahirkan generasi yang memahami tradisi keilmuan keagamaan. Dari lingkungan pesantren juga tumbuh anak-anak muda yang membaca perubahan zaman, memikirkan persoalan masyarakat, dan memiliki gagasan tentang Indonesia yang mereka harapkan.

Surat pun menjadi medium sederhana untuk menyampaikan suara tersebut.

Dari meja belajar santri, gagasan tentang pendidikan, lingkungan, dan kesejahteraan rakyat itu ditulis tangan, dikirim, dan dipertemukan dengan momentum Hari Santri 2026.

Redaksi

Berita Terkait

Rano Karno Dorong Jakarta-Seoul Perkuat Kolaborasi Budaya hingga Perfilman
Suyudi Ario Seto Menuju Kursi Kapolri, DPR Setujui Pengganti Listyo Sigit
FKI dan LINKN Dorong Sinergi Media Kawal Kasus Negara
FKI Dukung Persiapan Harlah Ke-5 AsMEN
Kemenekraf Dorong Kolaborasi Lintas Pihak agar Ide Kreatif Tak Sekadar Konsep
Kemenag Pastikan Nikah di KUA Tanpa Biaya, di Luar KUA Ada Ketentuan Tarif
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Haji dan Umrah Lewat Hotline “Bongkar Mafia”
HUT Ke-81 TNI Dimeriahkan TNI Fair hingga Parade dan Defile Alutsista
Berita ini 6 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar akan tayang setelah disetujui oleh admin.