Cilegon, Siber Raya Pos — Pemerintah Kota Cilegon melalui Tim Bantuan Teknis Ortala Pusat, Iman Hilman, menegaskan pentingnya penataan pengelolaan sampah yang dimulai langsung dari tingkat hulu. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyusunan Rencana Teknis Pengelolaan Sampah yang wajib dilakukan di setiap kelurahan, dengan menetapkan 11 kelurahan sebagai proyek percontohan awal, ucap Iman dalam acara Coaching Clinic bagi para kader kelurahan di Bapperida Kota Cilegon.
Dalam arahannya, Iman menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Dalam Negeri yang bertujuan agar pengelolaan sampah dapat diselesaikan secara parsial namun tuntas di tingkat paling bawah.
Kehadiran dokumen rencana teknis ini menjadi acuan penting bagi kelurahan, pihak kecamatan, hingga para kader penggerak lingkungan dalam menangani persoalan sampah sebelum berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir.
Seluruh kelurahan yang menjadi pilot project diwajibkan menyusun rencana teknis tersebut guna mengurai permasalahan sampah dari sumbernya. Para kader, Tim Penggerak PKK, dan unsur kelurahan di wilayah tersebut turut dikerahkan serta mendapat pendampingan khusus untuk menguasai teknik pemilahan sampah.
Pengelolaan di tingkat hulu ini berfokus pada pemilahan sampah organik dan non-organik. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, maggot, atau melalui biopori di rumah tangga, sementara sampah non-organik dapat disalurkan melalui bank sampah.
Penguatan kelembagaan di tingkat kelurahan terus didorong agar layanan kebersihan dapat berjalan optimal tanpa mengganggu jalur transportasi umum.
Melalui sinergi antara pemerintah, kader pendamping, dan partisipasi aktif masyarakat, Pemkot Cilegon optimis volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir dapat berkurang secara signifikan demi terciptanya lingkungan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.










