CILEGON, Siber Raya Pos — Masalah sampah di Kota Cilegon masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang belum ada habisnya. Sadar akan ancaman lautan sampah yang selama ini hanya mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di hilir, Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, mengambil langkah taktis.
Bertempat di Aula Kelurahan Lebak Denok, Rabu (9/9/2026), telah digelar sosialisasi bertajuk Pendampingan Pembentukan / Penguatan Organisasi Tata Kelola Layanan Pengumpulan Sampah di Hulu Secara Terpilah yang diinisiasi oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Banten, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum.
Acara yang mendapat sambutan hangat dari Lurah Lebak Denok, Nurcholis, ini dihadiri sedikitnya 60 peserta. Jajaran yang hadir tumpah ruah, mulai dari perwakilan pengurus RT/RW, kader PKK, Karang Taruna, pengelola bank sampah, hingga tokoh masyarakat setempat.
Tak tanggung-tanggung, narasumber kawakan dari Koordinator Kota (Korkot) ortala Mohamad Irfan, didampingi PPL Ahmad Muhajir, langsung membeberkan fakta mengejutkan di hadapan warga.
Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa sudah saatnya pola penanganan sampah diubah total. Selama ini, pola pikir masyarakat dan pemerintah masih terpusat di hilir, yakni asal buang ke TPA. Padahal, jika tidak segera dibendung dari hulu, TPA bisa “kolaps”.
”Penanganan sampah masih menjadi PR bersama, bahkan di seluruh Indonesia. Sehingga perlu ada terobosan baru untuk memulai pengurangan sampah dari hulu atau tingkat rumah tangga,” tegas narasumber dari Korkot.
Angka timbulan sampah di wilayah ini pun tak bisa dianggap remeh. Berdasarkan data, kapasitas sampah di Kelurahan Lebak Denok ternyata menyumbang angka fantastis hingga sekitar 6 ton setiap harinya, yang saat ini diangkut oleh 3 armada transporter swasta milik warga.
Lurah Lebak Denok, Nurcholis, secara tegas menyambut baik program pendampingan ini. Ia berharap gerakan masif di tingkat akar rumput ini bisa memangkas beban volume sampah secara signifikan.
”Harapan ke depan, buangan sampah ke TPA bisa berkurang sekitar 30 persen! Caranya tidak lain dengan membiasakan warga memilah dan memilih sampah langsung dari rumah tangga masing-masing,” seru Nurcholis penuh semangat.
Guna mencapai target ambisius tersebut, pihak kelurahan tak tinggal diam. Ke depan, Lebak Denok bakal jor-joran memperbanyak program pengurangan sampah melalui penguatan Bank Sampah, menggenjot program Cilegon Eco Circular, hingga memberdayakan kaum ibu-ibu PKK untuk menyulap sampah rumah tangga menjadi barang kerajinan bernilai ekonomis.
Yuk, mulai peduli lingkungan dari rumah sendiri! Kalau bukan kita, siapa lagi?










