Siber Raya Pos:

 

Film Harusnya Horror Dibajak, Reza Arap Somasi Pelaku

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siberrayapos | Jakarta — Sutradara sekaligus aktor Reza Oktovian atau Reza Arap mengambil sikap tegas terhadap pihak yang membajak dan menyebarkan materi film Harusnya Horror di media sosial.

Reza menyatakan siap menempuh jalur hukum terhadap mereka yang dengan sengaja merekam dan menyebarluaskan potongan film yang saat ini masih tayang di bioskop. Salah satu akun yang disebut akan mendapatkan somasi adalah akun X @patriarkibasi.

Menurut Reza, tindakan tersebut bukan hanya merugikan film, tetapi juga dianggap tidak menghargai proses kreatif serta makna personal yang terkandung dalam sejumlah adegan.

“Mengunggah spoiler dan pembajakan secara sadar, ketik caption dengan bernada hinaan secara sadar, bahkan setelahnya bilang terima kasih karena tweet-nya jadi ramai. Saya akan menempuh jalur hukum, dan melayangkan somasi terhadap akun X @patriarkibasi,” ujar Reza, Rabu (26/8/2026).

Ia menilai persoalan tersebut menjadi lebih serius ketika potongan adegan yang disebarkan disertai komentar bernada penghinaan.

“Di luar dari pembajakan, dia tertawa dan menghina tanpa memikirkan perasaan orang lain. Dia tidak tahu seberapa sakral adegan yang dia unggah,” kata Reza.

Bagi Reza, adegan tersebut memiliki nilai emosional tersendiri karena berkaitan dengan almarhumah Lula Lahfah yang menjadi bagian penting dari perjalanan film tersebut.

“Apa yang saya lakukan di adegan tersebut tidak berdasarkan apa pun, selain karena saya sering melakukan itu ke almarhumah Lula Lahfah,” ujarnya.

Film sebagai Legacy Lula Lahfah

Sebelumnya, rumah produksi Ess Jay Pictures juga telah mengingatkan penonton agar tidak merekam layar bioskop maupun menyebarkan potongan adegan Harusnya Horror ke media sosial.

Pihak produksi menegaskan bahwa tindakan pembajakan akan diproses melalui jalur hukum karena dinilai dapat merugikan film dan seluruh pihak yang terlibat dalam produksinya.

Harusnya Horror sekaligus menjadi debut akting layar lebar bagi seluruh anggota AAAClan, yakni George Tierson (Jot), Yukatheo Glen Widjaja (Yuka), Garry Andriawan Ang (Garry), Teguh Prakoso (Tepe), Aldy Renaldy (Aloy), Ariyanto (Ibot), Niko Junius (Niko), dan Bravyson (Vicong).

Film tersebut turut menampilkan Reynavenzka, Ronny P. Tjandra, Heroe Soewarno, dan Malka Rafasya. Yoshua Marcellos atau Cellos juga hadir dalam penampilan khusus.

Namun, di balik kisah horornya, film ini memiliki lapisan emosional bagi Reza. Harusnya Horror diposisikan sebagai salah satu bentuk penghormatan sekaligus legacy bagi Lula Lahfah.

“Film ini menjadi legacy dari almarhumah Lula Lahfah, jadi kalau ada pembajak yang secara sadar menyebarkan dan melakukan penghinaan, saya tidak segan-segan untuk menegur dan meminta pertanggungjawaban,” tegas Reza.

Film yang diproduksi Ess Jay Pictures ini diproduseri Sridhar Jetty, dengan Jimmy L. Lalwani sebagai ko-produser dan David S Suwarto sebagai produser eksekutif.

Harusnya Horror saat ini masih tayang di bioskop-bioskop Indonesia.(Phyd)

Redaksi

Berita Terkait

Dari Luka Menuju Kekuatan, Beautiful Pain Ungkap Final Poster Terbaru
Rano Karno Belajar dari Busan, Dorong Jakarta Jadi Kota Film
Empat Aktor Hadapi Teror Paranoia di Film Hasut, Misteri Mengintai di Tengah Hutan
Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026, Kisah Kucing Terlantar Curi Perhatian
Desember Jani Wakili Indonesia di Asian Future Tokyo International Film Festival 2026
Setelah 20 Tahun Dipenjara, Pertiwi Kembali dengan Luka dan Misteri Bromo
Poster Sempat Bikin Drama, GJLS: Berapi-Api Malah Bikin Damkar Turun Tangan
Musik Diputar, Hak Pencipta Jangan Diabaikan: DJKI Dorong Pelaku Usaha Taat Royalti
Berita ini 13 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar akan tayang setelah disetujui oleh admin.