Siberrayapos | Jakarta — Jakarta tak hanya ingin dikenal sebagai kota dengan hiruk-pikuk metropolitan. Di balik denyut kotanya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mendorong musik menjadi salah satu kekuatan ekonomi kreatif yang mampu membawa nama ibu kota ke panggung global.
Semangat itu terlihat dalam Jakarta Beat Society 2026 yang digelar di Live House, M Bloc, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8). Perhelatan ini mempertemukan musisi, komunitas, pelaku industri, hingga penikmat musik dalam satu ruang kreatif.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, Jakarta memiliki modal kuat untuk berkembang sebagai salah satu pusat musik di kawasan. Bukan hanya karena banyaknya musisi berbakat, tetapi juga karena pasar musik ibu kota dinilai dinamis dengan basis penonton yang antusias.
“Jakarta bukan sekadar kota yang menghasilkan musisi-musisi berbakat, melainkan juga pasar musik yang dinamis dengan audiens yang antusias serta apresiasi publik yang kuat terhadap karya kreatif,” ujar Rano.
Menurut Rano, Jakarta Beat Society dapat menjadi ruang pertemuan berbagai elemen industri musik. Pertunjukan dan kolaborasi yang dihadirkan diharapkan tidak berhenti sebagai hiburan, tetapi berkembang menjadi jejaring yang membuka kesempatan lebih luas bagi talenta lokal.
Daya tarik Jakarta sebagai pasar musik, kata dia, juga terlihat dari kehadiran sejumlah artis internasional. Nama-nama seperti Coldplay, Bruno Mars, hingga BTS menjadi gambaran besarnya potensi audiens musik di ibu kota.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta ingin pertumbuhan industri musik berjalan beriringan dengan penguatan komunitas dan pelaku kreatif. Pemerintah tidak hanya menyiapkan panggung, tetapi juga berupaya menciptakan ekosistem yang memungkinkan karya kreatif berkembang dan memberikan dampak ekonomi.
Komitmen tersebut diperluas ke berbagai bidang seni dan budaya, termasuk perfilman. Salah satunya melalui Jakarta Film Commission yang diarahkan untuk mendukung pembuat film sekaligus memperkuat ekosistem industri audiovisual di Jakarta.
Rano menegaskan, pemerintah membutuhkan kolaborasi dengan komunitas, pelaku industri, dan praktisi kreatif agar Jakarta semakin kompetitif sebagai kota global.
“Bersama-sama, kita dapat membangun ekosistem musik yang inklusif, inovatif, dan kompetitif, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang bagi talenta lokal untuk menampilkan musik Indonesia di kancah dunia,” katanya.
Dengan demikian, Jakarta Beat Society 2026 bukan sekadar panggung pertunjukan. Acara tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan musik sebagai salah satu denyut ekonomi kreatif Jakarta—dari komunitas, naik ke panggung kota, hingga berpeluang menembus dunia. (Bdyd)
Redaksi









