CILEGON, Siber Raya Pos — Seorang lanjut usia (lansia) berinisial SH (67) yang dilaporkan hilang selama lebih dari 40 hari akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban ditemukan di area lereng perbukitan Keroya, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Banten, dengan kondisi pembusukan parah hingga nyaris tinggal tulang-belulang.
Korban sebelumnya diketahui meninggalkan rumah sejak 6 Juli 2026. Menurut pihak keluarga, SH pergi dari rumah dalam kondisi linglung atau mengalami pikun.
Pihak keluarga bersama warga sekitar sempat melakukan upaya pencarian secara mandiri. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya seorang pencari rumput secara tidak sengaja menemukan jasad korban setelah lebih dari sebulan menghilang.
Medan Terjal Persulit Evakuasi
Petugas gabungan dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon bersama warga harus berjibaku dengan medan yang berat untuk mengevakuasi jasad korban. Akses menuju lokasi yang berada di kawasan perbukitan terjal menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi.
Petugas BPBD Kota Cilegon, Surya, menjelaskan bahwa petugas terpaksa menggunakan tandu terlebih dahulu sebelum memindahkan jasad ke kantong jenazah akibat sulitnya medan.
”Kami evakuasi menggunakan tandu terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke kantong jenazah, dikarenakan medan yang sangat sulit. Saat ditemukan, jenazah juga hanya tinggal tulang saja,” ujar Surya, Minggu (16/8/2026).
Setelah berhasil dievakuasi secara gotong royong, jenazah korban langsung dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon untuk menjalani pemeriksaan medis.
Dikenali dari Pakaian dan Ciri Fisik
Ketua RT Dukuh Malang, Hasbullah, mengungkapkan bahwa warga setempat sebelumnya telah mengetahui informasi terkait hilangnya korban dan sempat melakukan penyisiran di sejumlah titik.
“Jenazah ditemukan oleh warga yang sedang mencari rumput. Korban dipastikan merupakan warga yang hilang dapat terlihat dari pakaian yang dikenakannya serta ciri-ciri fisiknya,” tutur Hasbullah.
Usai proses pemeriksaan medis di rumah sakit rampung, jenazah korban kemudian diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti kematian korban. Sementara itu, pihak keluarga menyatakan menolak proses autopsi dan memilih untuk langsung memakamkan jenazah korban.
Ferra










